Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Paris Hilton Demo di Gedung Parlemen AS, Tampil Glamor Bela Korban Deepfake

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 27 Jan 2026 16:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill.
Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill. Foto: Instagram/@parishilton
Jakarta -

Paris Hilton melakukan aksi demo di Gedung Parlemen Amerika Serikat (Capitol Hill), Washington, D.C. AS, pekan lalu. Media personality dan pewaris kekayaan Hotel Hilton ini turun ke lapangan untuk mendukung upaya melawan penyalahgunaan gambar berbasis teknologi deepfake.

Dalam aksinya tersebut, Paris tampil dengan busana hitam elegan lengkap dengan kacamata hitam. Berpanas-panasan di depan Gedung Parlemen, wanita 44 tahun ini tetap mempertahankan gaya glamor khasnya di tengah agenda advokasi yang mengangkat isu serius.

Sosialita dan pengusaha ini menyatakan dukungannya terhadap Defiance Act, sebuah rancangan undang-undang untuk melindungi korban penyalahgunaan gambar intim tanpa persetujuan, termasuk konten pornografi hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Paris Hilton berbicara bersama Alexandria Ocasio-Cortez, anggota DPR dari Partai Demokrat, serta Laurel Lee dari Partai Republik. Dia membagikan pengalaman traumatisnya ketika video pribadi miliknya tersebar ke seluruh dunia pada 2004 tanpa persetujuannya.

"Terlalu banyak wanita yang takut untuk hadir di dunia digital, atau bahkan takut untuk sekadar menjalani hidup. Saya tahu persis perasaan itu, karena saya pernah mengalaminya," ujar Paris dalam pidatonya di Capitol Hill, seperti dilansir Glamour.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan bahwa saat video pribadinya disebarluaskan dan dimonetisasi, tidak ada undang-undang yang melindunginya. Yang ada hanyalah rasa malu dan tekanan publik yang membuatnya ingin menghilang.

Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill.Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill. Foto: Instagram/@parishilton

"Saat saya berusia 19 tahun, sebuah video pribadi dan intim milik saya disebarkan ke seluruh dunia tanpa persetujuan. Orang-orang menyebutnya skandal. Padahal itu bukan skandal, melainkan bentuk kekerasan," tegasnya.

Paris juga menyoroti minimnya perlindungan hukum pada masa itu.

"Tidak ada hukum yang melindungi saya. Bahkan tidak ada istilah untuk menggambarkan apa yang terjadi pada saya. Internet masih tergolong baru, begitu juga dengan kekejaman yang menyertainya," katanya.

Ibu dua anak ini mengungkapkan bagaimana penderitaannya dijadikan bahan konsumsi publik.

"Mereka menertawakan dan menjual rasa sakit saya demi klik, lalu menyuruh saya diam, move on, bahkan bersyukur karena mendapat perhatian. Tidak ada yang bertanya apa yang saya rasakan atau apa yang saya kehilangan," curhatnya.

Kini, Paris Hilton ingin memperjuangkan hak para korban pornografi deepfake berbasis AI dengan mendukung Defiance Act, yang secara resmi bernama Disrupt Explicit Forced Images and Non-Consensual Edits Act. RUU ini bertujuan memberi hak kepada korban kekerasan seksual berbasis gambar untuk menggugat secara perdata pihak-pihak yang dengan sengaja membuat, menyebarkan, atau menyimpan konten digital seksual tanpa persetujuan.

Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill.Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill. Foto: Instagram/@parishilton

Sebelumnya, Paris juga pernah secara terbuka berbicara tentang pengalaman kekerasan yang ia alami di beberapa fasilitas rehabilitasi remaja.

"Apa yang terjadi pada saya dulu, sekarang terjadi pada jutaan perempuan dan anak perempuan dengan cara yang jauh lebih menakutkan," ujar Paris.

"Dulu, seseorang harus mengkhianati kepercayaanmu untuk mencuri sesuatu yang nyata. Sekarang, yang dibutuhkan hanya sebuah komputer dan imajinasi orang asing."

Jika disahkan, Defiance Act akan memberikan kekuatan hukum bagi para penyintas untuk menuntut pembuat dan penyebar pornografi deepfake berbasis AI.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads