Wanita Tuntut Klinik setelah Lahirkan Bayi yang Ternyata Bukan Anak Kandungnya
Seorang ibu di Florida, Amerika Serikat, menggugat sebuah klinik fertilitas setelah mengalami kejadian yang disebutnya sebagai 'tak terbayangkan'. Ia diketahui melahirkan seorang bayi perempuan namun tidak memiliki hubungan genetik dengannya maupun sang suami.
Gugatan tersebut diajukan pada 9 Januari 2026 di Palm Beach, Florida. Dalam dokumen hukum, pasangan suami istri ini menuding Fertility Center of Orlando telah melakukan kesalahan serius dalam prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) dengan menanamkan embrio yang keliru.
Pasangan yang hanya diidentifikasi sebagai John dan Jane Doe ini mulai menjalani program bayi tabung di klinik tersebut pada Maret 2025, dengan harapan besar bisa memiliki anak setelah melalui perjalanan panjang. Proses IVF itu awalnya berjalan sesuai harapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jane Doe berhasil hamil dan pada Desember 2025 melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat. Bayi tersebut kemudian disebut sebagai Baby Doe dalam gugatan.
Namun, kebahagiaan yang baru tumbuh itu berubah menjadi kebingungan dan duka. Pasangan tersebut menyadari bahwa Baby Doe memiliki ciri fisik yang menunjukkan ras non-Kaukasia, sementara kedua orang tuanya berasal dari ras Kaukasia.
Dalam gugatan disebutkan, kekhawatiran terbesar pasangan ini bukan hanya soal kesalahan embrio. Tetapi juga kemungkinan bahwa embrio milik mereka justru ditanamkan ke perempuan lain, yang kini mungkin sedang mengandung atau bahkan telah membesarkan anak biologis mereka.
Meski dilanda kebingungan dan ketidakpastian, John serta Jane Doe menegaskan bahwa mereka telah membangun ikatan emosional yang sangat kuat terhadap Baby Doe. Jane Doe mengandung bayi tersebut selama sembilan bulan, dan keduanya merawat sang bayi sejak hari pertama kelahirannya.
"Walaupun mereka mengetahui dengan pasti bahwa Baby Doe bukan anak biologis mereka, ikatan emosional itu justru semakin kuat dari hari ke hari," demikian tertulis dalam dokumen gugatan, seperti dilansir Unilab.
Pasangan ini menyatakan tetap ingin merawat Baby Doe. Namun, mereka juga percaya bahwa secara hukum dan moral, sang anak berhak mengetahui dan dipersatukan dengan orang tua biologisnya, selama orang tua tersebut layak dan mampu memberikan pengasuhan yang baik.
Sebelum menempuh jalur hukum, pasangan ini telah berupaya menghubungi pihak klinik melalui surat, email, faks, dan telepon untuk meminta kerja sama. Namun, seluruh upaya tersebut disebut tidak mendapat tanggapan yang memuaskan.
Kini, melalui gugatan tersebut, mereka meminta klinik untuk membuka informasi kepada pasien lain, menyediakan tes genetik gratis, serta mengungkap kemungkinan kesalahan serupa dalam lima tahun terakhir. Pengacara pasangan ini menyebut kesalahan tersebut sebagai sesuatu yang 'tak terbayangkan' dan meninggalkan luka emosional mendalam.
"Kesalahan dalam prosedur bayi tabung yang menyayat hati dan tak bisa dijelaskan, seperti yang kami uraikan dalam gugatan ini, hingga kini masih belum terselesaikan," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa kliennya harus hidup dengan kenyataan pahit, mencintai seorang bayi yang bukan anak biologis mereka, sembari memikirkan kemungkinan anak kandung mereka diasuh oleh orang lain.
Menanggapi gugatan ini, Fertility Center of Orlando menyatakan tengah bekerja sama dalam proses investigasi. Pihak klinik menegaskan bahwa prioritas mereka adalah transparansi serta kesejahteraan pasien dan anak yang terlibat, sembari menelusuri kapan dan di mana kesalahan tersebut terjadi.
"Kami secara aktif bekerja sama dalam proses investigasi untuk mendukung salah satu pasien kami dalam menentukan sumber kesalahan yang menyebabkan kelahiran seorang anak yang tidak memiliki hubungan genetik dengan mereka," ujar pihak klinik.
(hst/hst)
Pakaian Wanita
Tote Bag Muat Laptop hingga 16 Inci! Bawa Banyak Barang Tetap Compact dengan Sena Bag
Kesehatan
Stop Pakai Sanitizer Sembarangan! Ini Pilihan Aman untuk Ibu dan Bayi
Kesehatan
Langkah Praktis Jaga Lingkungan Rumah Tetap Higienis Setiap Hari! Sanitizing Water Jadi Solusi Tepat
Kesehatan
Sering Pusing Saat Puasa Ramadan? Saatnya Pantau Tekanan Darah Sendiri dengan Tensimeter Pergelangan
15 Orang Paling Terkenal di 2025, Barack Obama Hingga Jungkook BTS
YouTuber Cantik Curhat Rasanya Dipacari Idola KPop, Penuh Tekanan Emosional
Kekecewaan Putri Inggris Terhadap Ayahnya yang Terlibat Skandal Seks Epstein
Kim Seon Ho Dihapus dari Iklan La Roche-Posay Usai Dugaan Penghindaran Pajak
Penampilan Topless Chappell Roan Jadi Kontroversi, Makeup Artist Buka Suara
Ini Usia Ketika Seseorang Paling Sehat Secara Fisik
Ramalan Zodiak 8 Februari: Leo Pertahankan Komunikasi, Virgo Introspeksi Diri
YouTuber Cantik Curhat Rasanya Dipacari Idola KPop, Penuh Tekanan Emosional
Alasan Makan Roti Gandum untuk Diet Lebih Sehat daripada Nasi Putih











































