Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Derita Wanita dengan Payudara 25 Kg, Sakit Punggung hingga Alami Pelecehan

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 23 Jan 2026 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Summer Roberts.
Summer Roberts. Foto: Instagram
Jakarta -

Memiliki payudara besar bagi Summer Roberts bukanlah sebuah anugerah. Ketika sebagian orang menganggapnya seksi, ia justru sangat terbebani karena ukuran payudara yang di atas rata-rata.

Summer yang berprofesi sebagai manajer restoran di Glasgow, Skotlandia, mengidap macromastia. Sebuah kondisi langka yang menyebabkan jaringan payudara berkembang tak terkendali.

Kondisi tersebut membuat payudaranya memiliki bobot hingga 25 kg. Memiliki tinggi badan 150 cm, payudara yang terlalu besar membuat bentuk tubuhnya tidak proporsional, belum lagi berbagai gangguan kesehatan yang menyertainya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tubuhnya yang tergolong petit tak mampu menyangga payudara yang terlalu besar, sehingga menyebabkan sakit punggung hingga kelelahan. Tak hanya sakit fisik, wanita 28 tahun ini juga kena mental karena kerap dicibir akibat ukuran payudaranya.

Seperti dikutip dari VN Express, payudara Summer mulai tumbuh secara abnormal saat usianya 7 tahun. Seragam sekolahnya mendadak jadi sangat ketat, dan dia harus memakai bra ibunya, untuk menopang dadanya.

ADVERTISEMENT

Saat baru berusia 13 tahun, Summer sudah memakai bra ukuran B-cup dan meningkat jadi DD-cup hanya dalam dua tahun.

"Periode pertumbuhan paling pesat terjadi antara usia 22 dan 24 tahun," kata Summer.

Summer Roberts.Summer Roberts. Foto: Foto: Instagram

Hanya dalam satu tahun setelah lulus kuliah, berat payudaranya melonjak, menekan tulang rusuk dan menyebabkan kesulitan bernapas. Dokter memastikan bahwa jaringan payudaranya bereaksi berlebihan terhadap hormon wanita.

Berat payudaranya menyebabkan oa menderita sakit punggung kronis. Hanya beberapa minggu lalu, Summer menjalani operasi korektif karena tulang belakangnya melengkung akibat tekanan berlebihan. Untuk berjalan atau melakukan pekerjaan rumah tangga, dia harus mengenakan bra kompresi khusus yang diresepkan dokter.

Mencari bra yang cocok juga jadi tantangan, karena setiap bra untuk ukuran payudaranya harganya mencapai ratusan pound sterling (beberapa juta rupiah). Namun, pengalaman terburuk Summer adalah penolakan dari dunia kedokteran.

Dia sempat meminta operasi pengecilan payudara sebanyak enam kali, tetapi setiap kali, dokternya menolak. Alasannya karena intervensi bedah tidak akan memberikan hasil yang tahan lama, dan jaringan payudaranya masih berisiko terus tumbuh setelah operasi.

Selain sakit fisik, Summer juga kerap mengalami pelecehan sejak usia muda. Dia sering disiuli dan digoda oleh orang asing, meskipun selalu mengenakan pakaian longgar untuk menutupi tubuhnya.

Kemudian di tempat kerja, ia pernah harus lari ke dapur dan menangis ketika sekelompok pria berulang kali membuat komentar cabul dan menolak untuk berhenti meskipun sudah diminta. Pengalaman buruk itu membuat Summer tidak berani keluar rumah sendirian.

"Saya hanya merasa aman ketika bersama teman-teman. Ketika tidak ada lagi siulan, saya merasa tenang," pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads