Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Influencer yang Punya Anak dari Elon Musk Gugat Grok AI, Hasilkan Foto Sensual

Tim Wolipop - wolipop
Minggu, 18 Jan 2026 19:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ashley St Clair
Foto: Twitter Ashley St Clair
Jakarta -

Sebuah gugatan hukum mengejutkan dilayangkan terhadap perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI. Penggugatnya bukan orang sembarangan, melainkan Ashley St Clair, seorang influencer dan penulis yang diketahui memiliki seorang anak dari sang miliarder.

Akar masalahnya adalah Grok, asisten AI yang dikembangkan xAI dan terintegrasi dengan platform X (dulu Twitter). Ashley menuduh Grok digunakan untuk membuat dan menyebarkan deepfake atau gambar sintetis berunsur seksual yang menampilkan dirinya tanpa izin.

Gugatan yang diajukan di New York ini menyebutkan bahwa pengguna X menggunakan foto-foto lama Ashley, termasuk foto dirinya yang masih berusia 14 tahun dan berpakaian lengkap, lalu memerintahkan Grok untuk "membuka baju" atau mengenakannya baju bikini. Dan Grok diklaim mematuhi perintah itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang lebih parah, AI itu juga dituding menghasilkan gambar dengan konten kebencian. Ashley yang berlatarbelakang Yahudi, digambarkan dalam bikini yang dihiasi lambang swastika, simbol yang sangat sensitif dan ofensif.

Ketika Ashley mengeluh dan meminta pertanggungjawaban, yang terjadi justru sebaliknya. Akun X miliknya didemonetisasi (dihentikan pemasukan iklannya). Padahal, sebagai influencer dengan banyak pengikut, pendapatan dari iklan di X adalah sumber penting. Tidak hanya itu, gugatan juga menyebutkan bahwa justru lebih banyak lagi gambar-gambar palsu yang kemudian beredar.

ADVERTISEMENT

Sebagai pembelaan, xAI tidak tinggal diam. Perusahaan milik Elon Musk itu malah menggugat balik Ashley, dengan alasan melanggar ketentuan layanan (terms of service) platform X. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi langsung dari X atau xAI yang menjawab detail gugatan tersebut.

Pengacara Ashley, Carrie Goldberg, menegaskan bahwa gugatan ini untuk kepentingan yang lebih luas.

"Kami ingin meminta pertanggungjawaban Grok dan membantu menetapkan batas hukum yang jelas untuk mencegah AI dijadikan senjata untuk pelecehan," ungkap Carrie, seperti dikutip dari BBC.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads