Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Miss Pantai Gading Gagal Jadi Miss Universe 2025, Disebut karena Paspor

Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 03 Des 2025 09:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Olivia Yace
Foto: Instagram @olivia.yace
Jakarta -

Gelaran Miss Universe tahun ini diwarnai berbagai kontroversi. Bahkan setelah acara selesai dan ratu kecantikan terbaru dimahkotai, beberapa menyebut pemenangnya kurang layak. Sejumlah netizen menilai Miss Pantai Gading Olivia Yace lebih tepat dijadikan juara daripada Miss Meksiko Fatima Bosch. Terkait hal itu, Presiden MU mengungkap pernyataan yang kontroversial.

Raul Rocha, Presiden Miss Universe Organization, kembali menuai kritik setelah melakukan siaran langsung. Dalam kesempatan tersebut, ia ditanya mengapa Olivia Yace, yang dipandang sebagai salah satu pesaing terkuat MU, tidak memenangkan gelar juara. Eksekutif Meksiko tersebut kemudian menyatakan bahwa visa adalah masalahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Raul, Olivia sulit jadi Miss Universe karena paspor Pantai Gading tidak kuat dan akan mempersulitnya saat bepergian jika terpilih jadi pemenang. "Lihatlah berapa banyak negara yang membutuhkan visa bagi Pantai Gading untuk masuk: 175! Apa? Ya, 175!" kata Raul.

Olivia meraih gelar juara keempat di kompetisi Miss Universe ke-74 juga dinobatkan sebagai Miss Universe Africa & Oceania. Namun sayangnya wanita 27 tahun itu berakhir menolak kedua gelar itu dan memilih untuk mengundurkan diri sebagai ratu kecantikan. Sebelumnya, banyak orang menyayangkan mengapa Olivia tidak terpilih jadi pemenang meski jawaban-jawabannya selama acara dinilai paling baik.

ADVERTISEMENT

Komentar Paul Rocha langsung memicu reaksi keras di media sosial. Banyak orang menganggap pernyataan tersebut rasis dan tidak profesional. Ophely Mezino, yang mewakili Guadeloupe pun membela Olivia dalam sebuah Insta Story. Ia menyebut komentar Paul tidak sopan bagi para kontestan dan komunitas Miss Universe.


Ophely juga mempertanyakan apakah argumen Paul Rocha berdasarkan fakta karena Olivia dilaporkan memegang paspor Amerika bukan Pantai Gading. "Hatiku terbakar. Aku tidak suka ketidakadilan," tulisnya.

Paul Rocha sendiri memang dikenal kontroversial. The Guardian melaporkan bahwa Paul kini sedang diselidiki atas dugaan perdagangan narkoba, senjata api, dan bahan bakar antara Guatemala dan Meksiko.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads