Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral Nenek Ini Cari Anak Angkat, Tawarkan Apartemen & Gaji Bulanan

Vina Oktiani - wolipop
Senin, 01 Des 2025 10:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Nurse or home caregiver and senior woman holding hands at home
Foto: Getty Images/FG Trade
Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah merasakan betapa berharganya kehadiran orang terdekat untuk saling menjaga, apalagi ketika usia mulai menua. Namun, tidak semua orang memiliki keluarga yang dapat diandalkan. Situasi itulah yang dialami seorang wanita lanjut usia dari China yang kini viral karena mencari 'anak' baru untuk menemaninya di hari tua.

Melansir SCMP, seorang nenek bermarga Ma dari Provinsi Henan mengumumkan tawaran untuk menjadi anak angkatnya lewat sebuah program TV lokal pada 19 November. Ia menjelaskan bahwa dirinya membutuhkan seseorang yang dapat merawat dan menemaninya, menggantikan peran kedua putrinya. Putri sulungnya ingin memutus hubungan, sementara putri bungsunya memiliki disabilitas mental dan tidak mampu merawat diri.

Ma yang kini mengalami asma dan sulit berjalan lebih dari 100 meter berharap menemukan seorang wanita yang bisa mendampinginya ke rumah sakit, membantunya beraktivitas, dan memperlakukannya dengan penuh cinta layaknya seorang anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai imbalan, ia menawarkan satu apartemen dari dua unit yang ia miliki, seluruh barang pribadinya, serta gaji dari uang pensiun bulanannya yang mencapai 3.000 yuan (sekitar Rp 7 juta). Media China juga melaporkan bahwa Ma masih memiliki tabungan sekitar 400.000 yuan (sekitar Rp 941 juta).

Meski demikian, Ma menegaskan bahwa satu apartemen lainnya akan diwariskan untuk putri bungsunya. Hubungannya dengan putri sulung memburuk karena perbedaan pendapat mengenai pengasuhan cucu, yang membuat sang putri memilih menjauh dan menolak merawat ibunya.

ADVERTISEMENT

Dalam proses pencariannya, Ma bahkan menyatakan siap menandatangani kontrak dengan calon 'putri' barunya untuk memastikan kejelasan hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Kisah ini memicu beragam respons di dunia maya. Ada yang tertarik untuk melamar, namun banyak juga yang mempertanyakan keseriusan dan kelayakan tawaran tersebut.

Beberapa netizen menilai bahwa Ma sebenarnya membutuhkan seseorang untuk merawat dirinya sekaligus putrinya yang berkebutuhan khusus. Ada pula yang skeptis, mengingat ia tak mewariskan apa pun kepada putri sulungnya. Sementara beberapa pengguna internet mengatakan bahwa harga properti yang menurun membuat tawaran tersebut belum tentu mampu menggaji perawat untuk dua orang.

Dari sisi hukum, pengacara Xi Junqi dari Henan Zhongdi Law Firm menjelaskan bahwa putri sulung Ma tetap memiliki kewajiban secara hukum untuk menafkahi sang ibu, meski ia menolak hak waris. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang setuju menjadi 'putri' Ma harus membuat perjanjian warisan yang sah.

Berdasarkan survei Kementerian Urusan Sipil tahun 2021, hampir 60 persen warga berusia 60 tahun ke atas di China daratan adalah 'empty nesters', lansia yang hidup sendiri tanpa anak di rumah. Kondisi ini memicu tren baru berupa jasa penyewaan 'anak' atau pendamping bayaran yang membantu lansia menjalani aktivitas, menemani ke dokter, hingga membantu menyelesaikan masalah harian. Tarifnya pun tidak murah, berkisar antara 500 hingga 2.500 yuan per kunjungan (sekitar Rp 1,1 juta-Rp 5,8 juta).

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads