Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral Verificator

Viral Kisah Pria Terdampak Banjir Aceh, Jalan Kaki ke Medan Demi Bisa Pulang

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 01 Des 2025 06:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Pria yang jalan kaki dari Aceh menuju Medan  karena bencana banjir lumpuhkan akses & logistik.
Pria yang jalan kaki dari Aceh menuju Medan karena bencana banjir lumpuhkan akses & logistik. Foto: Dok. X @bbangmeokja.
Medan -

Sebuah kisah perjuangan dan keteguhan hati di tengah bencana alam menjadi viral di media sosial, menyoroti parahnya dampak kerusakan di Aceh. Kisah ini dibagikan oleh seorang wanita bernama Atia melalui akun X (Twitter) pribadinya, @bbangmeokja, yang berdomisili di Medan.

Ia menceritakan momen mencekam ketika mendapatkan kabar bahwa abang iparnya harus menempuh perjalanan ratusan kilometer dengan berjalan kaki dari Aceh menuju Medan. Kakak iparnya tersebut berjalan kaki demi kembali ke rumah.

"BARU DAPET KABAR DARI ABANGKU TERNYATA DIA LAGI JALAN KAKI DARI ACEH KE MEDAN 😭😭😭😭😭😭," tulis postingan X @bbangmeokja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kisah ini berawal dari kecemasan Atia dan keluarga setelah abang iparnya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak memberikan kabar selama tiga hari setelah kembali ke Aceh pada hari Senin. Rasa cemas itu memuncak ketika mereka mengetahui alasan di balik hilangnya kontak.

"Tadi pagi abangku udah sampe Bireun, aku cek update Bireun jembatannya putus total 😭😭😭," tulisnya.

"Terus td pas telp dia blg dgn santainya ke kakakku "adek tenang aja ya, adek di hotel aja dulu, rumah kita nnti kita bersihin pas abang udah nyampe" DEMI ALLAH AKU YG DENGAR AJA SEDIH KALI WAK 😭😭 Beliau ini mmg abang iparku, tapi udah rasa abang kandung emg sebaik itu dia πŸ˜”πŸ˜”," lanjut Atia.

Situasi di lapangan digambarkan sangat kritis. Abang ipar Atia, terpaksa mengambil langkah ekstrem ini karena kerusakan parah infrastruktur dan ketiadaan logistik.

Pria yang jalan kaki dari Aceh menuju Medan  karena bencana banjir lumpuhkan akses & logistik.Pria yang jalan kaki dari Aceh menuju Medan karena bencana banjir lumpuhkan akses & logistik. Foto: Dok. X @bbangmeokja.

Atia menyebutkan bahwa saat abangnya sudah mencapai Bireun, ia mengecek dan menemukan bahwa jembatan di sana telah putus total.

Keputusan nekat untuk berjalan kaki ini bukan tanpa alasan. Abang ipar Atia mengungkapkan kondisi yang sangat darurat di lokasi asalnya.

"Btw aku ngetwt ini buat mutualku aja sbnrnya, tp jd rame bgt 😭 makasih semuanya doa baiknya, abgku jg udah dimarahin kok sm kakakku knp nekat jalan kaki? Tp dia blg itu bentuk usaha dia buat pulang... yg penting semoga pulang dgn selamat πŸ₯ΉπŸ™," tutur Atia.

"Sblmnya kami semua cemas karna beliau ga ada kabar 3 hari πŸ™ baru senin balik ke Aceh, karena abangku PNS di Aceh soalnya πŸ™," lanjutnya cemas.

Sikap sang abang yang tetap berusaha menenangkan keluarga di tengah kesulitan ini juga membuat Atia terharu.

Meskipun disebut "jalan kaki", Atia mengklarifikasi bahwa perjalanan ini dilakukan secara bertahap, menggabungkan berjalan kaki, menumpang kendaraan yang melintas, dan beristirahat di tempat yang aman.

"BTW. JANGAN BAYANGIN JALAN KAKI TERUS GUYS... PASTI BERHENTI KALO BAHAYA, MALEM TIDUR DI MESJID / PENGUNGSIAN DIA, NUMPANG ORANG YANG LEWAT JUGA SAMPE TITIK TERAMAN, LANJUT JALAN, NUMPANG LAGI, GITU YAA πŸ™," jelasnya.

Atia menjelaskan jika abang iparnya sudah berada di Lhoksukon. "UPDATE : ABANGKU UDAH DI LHOKSUKON πŸ˜­πŸ˜­πŸ™," ujar.

Dalam perjalanan, abang iparnya juga sempat mengirimkan video dan foto yang memperlihatkan kondisi infrastruktur yang rusak parah, termasuk jalanan yang terbelah dan tanah longsor yang menutup akses.

"GUYS AKU MAU UPDATE BBRP VIDEO PERJALANAN ABANGKU DARI BENER MERIAH SAMPE AKHIRNYA BISA KE LHOKSUKON YAA πŸ₯ΉπŸ™ (tp skrg balik lg ke lhoksumawe karna lhoksukon masih tinggi banjirnya)," ucapnya sedih.

"Sekarang abangku masih stay di lhoksum karna masih banjir. Bayangin ini udah brp hari banjirnya masih blm surut juga 😒😒

Perbanyak tanam sawit lagi ya pak, sekalian tanam pohon toge pak kan toge juga punya daun hehe @prabowo," tulisnya emosi.

Ia juga membalas beragam reaksi warganet di postingannya.

"Iyaaaa kakk :"((( tapi kata abgku di bener meriah ga ada makanan apapun... kalo dlm seminggu ini ga ada bantuan apapun dr pemerintah, bisa mati kelaparan semua rakyat sana 😒 jd dia memilih untuk keluar dari sana 😭," jawabnya.

Unggahan tentang kabar terkini dari Aceh tersebut sudah dilihat lebih dari 2 juta kali dan mendapatkan banjir reaksi warganet yang ikut memberikan dukungan dan simpati.

"Punya pemerintah zholim nya ga ketulungan, masa bencana besar begini harus nunggu di demo dulu biar ditetapin jadi bencana nasional," kata pengguna X @calonjemaahhaji.

"Ayah aku hari senin kemarin pulang ke kampung halaman dari medan ke padangsidempuan, tiba-tiba dapat kabar banjir bandang di sibolga, langsung coba hubungin ayah gimana keadaannya, tapi gak bisa dihubungin, terus inisiatif telepon loket travelnya," saut X @MachMellowohoo.

"He ya Allah pemerinta beneran ga mengerahkan bantuan kah? indonesia tuh jakarta doang apa gmana deh?" bingung akun X @snoozearea.

Konfirmasi Wolipop

Wolipop kemudian menghubungi pemilik akun X, Atia Royyani, yang berprofesi sebagai seorang guru dan berdomisili di Medan. Atia mengonfirmasi bahwa postingannya memang menceritakan kisah perjuangan abang iparnya yang bernama Ansori Hasibuan (34 tahun).

Ia menjelaskan kondisi di tempatnya sekarang jauh berbeda dengan apa yang harus dilalui oleh Ansori. "Di Medan aku udah aman, udah ada matahari, makanan, listrik, internet," ujar Atia saat dihubungi Wolipop, Minggu (30/11/2025).

Namun, ia tidak bisa menutupi kekhawatiran dan kesedihannya saat menceritakan kembali perjalanan yang harus dilalui abang iparnya. Jarak yang harus ditempuh dari Bener Meriah, Aceh, menuju Medan tidak hanya panjang, tetapi juga dipenuhi rintangan akibat bencana.

"Perjalanan dia panjang banget. Melewati longsor dan lain-lain," tutupnya, mempertegas betapa ekstremnya kondisi yang dihadapi Ansori demi bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Dikutip dati detikSumut, banjir di sejumlah daerah di Aceh saat ini sudah mulai surut. Meski demikian, ada daerah yang masih tergenang.

Sementara akses ke berbagai daerah mengalami kendala. Beberapa daerah masih terisolir seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Warga di Aceh Tengah dan Bener Meriah saat ini sangat membutuhkan bantuan pasca bencana banjir dan longsor melanda daerah tersebut. Akses ke sana masih putus total dan logistik yang tersedia semakin menipis.

Berdasarkan data hingga 29 November 2025, jumlah korban jiwa di Bener Meriah mencapai 19 orang dan 31 lainnya hilang. Jumlah pengungsi di sana mencapai 37 ribu orang yang tersebar di 27 lokasi pengungsian.

Akses ke Bener Meriah saat ini tidak dapat dijangkau dari jalur darat baik dari Aceh Utara maupun Bireuen. Dari Bener Meriah ke Aceh Tengah juga masih mengalami kendala.

Akses ke Aceh Tengah dari Nagan Raya saat ini juga terputus. Kedua wilayah di daratan tinggi Aceh itu terisolir sejak lima hari lalu. Satu-satunya cara untuk menyalurkan bantuan ke wilayah Gayo saat ini hanya lewat udara. Selain itu, akses komunikasi ke sana juga putus.

Lihat Video 'Korban Tewas Bencana Sumatera: Sumut 217, Aceh 96, Sumbar 129':

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Wolipop Signature
Detiknetwork
Hide Ads