Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Putra Calon Ratu Terlibat Kasus Pemerkosaan, Istana Tak Terlibat Biaya Hukum

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 19 Nov 2025 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Marius Borg HΓΈiby,  putra dari calon Ratu Norwegia Mette-Marit
Marius Borg HΓΈiby, putra dari calon Ratu Norwegia Mette-Marit Foto: dok. Getty Images
Jakarta -

Marius Borg, putra dari calon ratu Norwegia itu kini tengah menunggu persidangan atas 32 dakwaan, termasuk beberapa tuduhan pemerkosaan. Datang dari lingkaran kerajaan, kasus hukum anak dari Putri Mette-Marit dari pernikahan sebelumnya itu tetap akan diteruskan.

Pihak istana pun buka suara bahwa tidak ikut campur dalam proses hukum. Kepala komunikasi Keluarga Kerajaan Norwegia mengatakan kepada Se og HΓΈr bahwa biaya hukum maupun kompensasi tidak akan ditanggung oleh Istana.

"Biaya hukum dan ganti rugi tidak akan ditanggung oleh Keluarga Kerajaan, dan baik Istana maupun Putra Mahkota serta Putri Mahkota tidak akan membayar pengeluaran tersebut," tegas juru bicara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sikap ini menunjukkan bahwa keluarga kerajaan berusaha menjaga jarak dari kasus yang berpotensi mencoreng reputasi istana.

OSLO, NORWAY - OCTOBER 30: Norwegian Crown Prince Haakon and Crown Princess Mette Marit attend the Nordic Council Literature Prize at the Opera House on October 30, 2018 in Oslo, Norway. (Photo by Rune Hellestad/Getty Images)Putri Mette-Marit. (Photo by Rune Hellestad/Getty Images) Foto: Dok. Getty Images

Borg mencoba menghentikan penerbitan buku tentang hidupnya secara hukum, tetapi hakim menolak permintaannya. Biografi yang tidak sah tersebut memuat berbagai klaim yang eksplosif, termasuk menuduhnya menjual kokain, tuduhan yang dibantah oleh pengacaranya. Pengadilan Distrik Oslomemutuskan melawan Borg, memastikan bahwa buku White Lines, Black Sheep. akan tetap dijual.

ADVERTISEMENT

Menurut surat kabar Dagbladet, pria 28 tahun itu harus membayar seluruh tagihan pengadilan, hingga biaya tambahan mencapai Rp 1 miliar yang akan dibayarkan ke penerbit Aschehoug dan Asosiasi Penerbit Norwegia dalam waktu dua minggu.

Buku tersebut berisi berbagai klaim kontroversial, termasuk tuduhan bahwa Borg menjual kokain. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh tim kuasa hukumnya.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa buku ini memiliki kepentingan publik dan berada dalam lingkup perlindungan kebebasan berekspresi. Kuasa hukum Borg, Elias Christensen, mengatakan bahwa tuduhan menjual narkoba adalah sebuah kebohongan.

"Kami mencatat bahwa pengadilan sependapat dengan kami bahwa klaim terkait penjualan kokain sangat ofensif dan tidak memiliki dasar fakta yang memadai, serta terdapat keraguan mengenai legalitas penggunaan foto dirinya di sampul buku. Namun demikian, pengadilan mempertimbangkan bahwa buku tersebut tidak perlu ditarik dari peredaran," ungkap Elias.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Wolipop Signature
Detiknetwork
Hide Ads