Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Warna Kulit Miss Universe Pakistan Diperdebatkan, Dinilai Tidak Mewakili Negaranya

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 11 Nov 2025 21:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Roma Riaz
Foto: dok. Instagram @romariaz_official
Jakarta -

Pemilihan Roma Riaz sebagai Miss Universe Pakistan 2025 tengah menjadi topik hangat di dunia maya. Wanita 27 tahun itu menuai perhatian publik setelah tampil di ajang Miss Universe 2025 yang digelar di Thailand. Kehadirannya memicu perdebatan di kalangan netizen terkait standar kecantikan yang telah lama mengakar di Asia Selatan. Banyak yang menilai Roma tidak sepenuhnya merepresentasikan citra perempuan Pakistan.

Roma berasal dari keluarga Kristen Punjabi Pakistan dan dibesarkan di Inggris. Advokasinya mencakup tantangan terhadap standar kecantikan dan bias warna kulit yang berlaku di Pakistan, seiring ia berupaya untuk mewujudkan representasi kecantikan yang lebih luas.

Meskipun penduduk Pakistan beragam secara etnis dan menunjukkan variasi warna kulit, penduduk setempat sering kali memiliki warna kulit cerah hingga terang, dengan warna rambut dan mata yang lebih terang, karena keturunan Asia Tengah, Persia, dan Turki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa komentar di media sosial bahkan terdengar menyakitkan. Ada yang menulis bahwa Roma "terlalu gelap," "harus menurunkan berat badan," atau "tidak merepresentasikan kecantikan wanita Pakistan."Ucapan-ucapan ini memperlihatkan bagaimana preferensi terhadap kulit cerah masih begitu kuat di Asia Selatan.

Roma buka suara soal komentar negatif yang diterimanya setelah menjadi pemenang Miss Universe Pakistan 2025. Lewat ajang ini, Roma ingin menentang persepsi soal standar kecantikan yang berlaku di masyarakat konvensional.

ADVERTISEMENT
Roma RiazRoma Riaz Foto: dok. Instagram @romariaz_official

"Kontes ini lebih dari sekadar menjadi Miss Universe Pakistan. Ini adalah jawaban bagi semua orang yang pernah mempertanyakan identitas saya," ujarnya, seperti dikutip dari Khaleej Times.

"Kecantikan tidak ditentukan oleh satu bentuk atau warna kulit saja. Pakistan memiliki keberagaman luar biasa, dan saya ingin semua perempuan, dari latar apa pun merasa mereka pantas tampil dan dihargai," tambah Roma.

Roma sendiri mengaku terharu bisa berdiri di panggung internasional membawa keberagaman yang ia wakili.

"Rasanya luar biasa bisa berdiri di atas panggung dengan warna kulit dan bentuk tubuh seperti saya. Saya ingin mengingatkan semua orang: apakah Miss Universe berikutnya haruslah seorang model papan atas, atau seseorang yang mampu menginspirasi dan memberdayakan perempuan lain?" ungkapnya.

Di sisi lain, dukungan untuk Roma juga terus mengalir. Banyak warganet yang memuji keberaniannya menantang standar kecantikan konvensional.
"Mengapa sulit bagi orang untuk menerima bahwa orang berkulit cerah ada di Inggris dan yang berkulit gelap juga ada di Pakistan? Keduanya sama-sama indah," komentar netizen yang mendukung Roma.

"Menjadi putih tidak berarti lebih cantik. Orang terlalu fokus pada warna kulitnya, padahal kecantikan itu luas dan tidak ada patokan baku," tambah netizen lain.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads