Jennifer Lawrence Tolak Selulitnya Diedit dalam Film 'Die My Love'
Jennifer Lawrence kembali menuai pujian lewat perannya dalam film terbaru, 'Die My Love'. Aktingnya kali ini mendapat perhatian karena adegan vulgar bersama lawan main, Robert Pattinson. Mengaku nyaman memainkan karakternya, Jennifer bahkan menolak untuk tubuhnya yang sedang hamil diedit untuk dibuat lebih mulus.
JLaw memang tak pernah ragu beradegan telanjang. Saat pemutaran filmnya, aktris berusia 35 tahun ini menjelaskan mengapa ia merasa nyaman menjadi rentan dalam peran tersebut.
"Aku tidak peduli dengan ketelanjangan. Aku tidak sensitif tentang hal itu. Aku ingin (sutradara) Lynne (Ramsay) memiliki kebebasan penuh dalam berkarya," jelasnya kepada penonton dalam sebuah video yang diunggah Vulture.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hal mengejutkan adalah Jennifer mengambil adegan-adengan itu ketika hamil anak kedua. Bukannya menjadi 'insecure', pengalaman itu malah membuatnya tidak mencemaskan penampilan. "Aku rasa kehamilan menghilangkan banyak, seperti, kecemasan akan kesombongan. Sebelum (film) No Hard Feelings, aku berdiet, tidak makan karbohidrat, dan berolahraga,"
Saat hamil dan syuting untuk film ini tentu wanita 35 tahun itu tidak bisa mengurangi makan meski harus mengekspos bagian tubuh. "Apa yang akan aku lakukan? Seperti, tidak makan? Aku bekerja 15 jam sehari. Aku lelah," kata pemenang Oscar itu.
"Aku ingat mereka mengirimkan foto close-up, seperti, selulit dan berkata, 'Apa kamu ingin kami edit?' Dan aku bilang, 'Tidak. Itu bokong (asli).'" lanjutnya.
Jennifer mengaku merasa sangat lega karena tidak terlalu mengkhawatirkan penampilannya selama syuting film thriller tersebut. Saat berperan Grace, seorang ibu baru yang mengalami psikosis pascapersalinan, ia sendiri berkaca pada pengalamannya menderita kecemasan saat baru melahirkan.
"Aku pikir setiap kali dia tidur, dia sudah mati. Aku pikir dia menangis karena dia tidak menyukai hidupnya, atau aku, atau keluarganya. Aku pikir saya melakukan semuanya dengan salah, dan saya akan menghancurkan anak-anakku. Aku tidak benar-benar mengalami kecemasan pascapersalinan yang parah sampai anak kedua," katanya kepada The New Yorker.
(ami/ami)











































