Pria Ini Dilarang Keluar Israel Sampai 8.000 Tahun karena Kasus Perceraian

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 28 Des 2021 10:02 WIB
Agreement prepared by lawyer signing decree of divorce (dissolution or cancellation) of marriage, husband and wife during divorce process with male lawyer or counselor and signing of divorce contract. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pattanaphong Khuankaew
Jakarta -

Seorang pria asal Australia bernama Noam Huppert dilarang untuk meninggalkan Israel karena sebuah pelanggaran hukum. Mengejutkan, ia bahkan tidak boleh bepergian ke negara lain sampai 8.000 ribu tahun mendatang. Alasannya pun dibilang unik yakni karena kasus perceraian.

Noam Huppert dilarang untuk angkat kaki dari negara Israel sampai tahun 9999. Penyebabnya bukan karena melakukan kejahatan berat meski memang bisa merugikan orang. Noam dilaporkan belum membayar tunjangan anak setelah bercerai dari mantan istrinya. Sebelum memberikan $ 3 juta (Rp 42 miliaran) untuk menafkahi dua anaknya, pria itu tidak bisa ke mana-mana.

Hal ini terjadi setelah sang mantan istri mengajukan tuntutan biaya tunjangan anak di 2013. Dilansir News Australia, Huppert pindah ke Israel sejak 2012 untuk bisa tinggal dekat dengan anak-anak setelah mantan istri melayangkan perceraian di persidangan Israel. Sayangnya, setelah itu Huppert malah tidak bisa pergi ke luar negeri sebelum ia membayar semua biaya nafkah anak-anaknya baik untuk liburan atau bekerja.

Huppert mengaku bahwa ia adalah salah satu dari banyak pria yang tidak bisa meninggalkan Israel karena menikah dengan wanita lokal. Karena aturan hukum di sana, tampaknya cukup banyak mantan suami yang terpaksa tak meninggalkan negara sebelum membayar kewajibannya kepada anak atau mantan istri. Huppert ingin membagikan kisahnya agar orang lain tidak mengalami pengalaman yang menurutnya mengancam hidup.

Di Israel, hukum perceraian memperbolehkan wanita untuk melarang mantan suami meninggalkan negara untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan finansial yang seharusnya. Mantan suami diharapkan bisa membayar 100% atau lebih dari penghasilan mereka untuk menafkahi anak-anak sampai berusia 18 tahun.

Tak harus langsung bayar, mereka sebenarnya dapat mencicil atau membayarkan setiap bulan. Tapi setiap menunggak tiap bulannya, mantan suami bisa dipenjara hingga 21 hari.

(ami/ami)