China Kini Larang Influencer dan Selebriti Pamer Kekayaan di Media Sosial

Hestianingsih - wolipop Minggu, 28 Nov 2021 18:30 WIB
Anak-anak muda China pamer kekayaan Anak-anak muda China pamer kekayaan. Foto: Instagram
Jakarta -

Media sosial sering kali dijadikan tempat untuk memamerkan gaya hidup mewah oleh selebriti maupun influencer. Namun di China kebiasaan itu tidak bisa dilakukan lagi.

Pemerintah China kini melarang para selebriti dan influencer untuk memperlihatkan kekayaan atau kemewahan dalam bentuk apapun di media sosial. Kebijakan itu dibuat demi membenahi industri hiburan dan basis penggemar (fandom) di Negeri Tirai Bambu.

Seperti diberitakan Business Insider, Badan Pengatur, Sensor, Pengawasan dan Kontrol Internet Pusat China mengumumkan pada Selasa (23/11/2021) bahwa selebriti dan akun fan-club media sosial harus mengikuti aturan publik dan adat istiadat yang baik. Selain itu juga harus patuh untuk memperbaiki orientasi opini publik dan nilai-nilai, mendukung nilai-nilai sosial dan memelihara gaya serta selera yang sehat.

Zheng ShuangArtis China Zheng Shuang. Foto: Instagram/@zhengshuang.official

Kebijakan ini dibuat menyusul banyaknya skandal di kalangan selebriti dan komunitas penggemar online di China. Sebelumnya, Partai Komunis China mengatakan skandal-skandal tersebut menyebabkan gangguan sosial di masyarakat yang harus segera dihentikan.

Badan Pengatur, Sensor, Pengawasan dan Kontrol Internet Pusat China juga melarang selebriti menyebarkan rumor-rumor yang belum jelas kebenarannya, maupun merilis informasi yang salah dan pribadi. Untuk komunitas fan, mereka dilarang menyerang satu sama lain secara verbal dan terlibat dalam penggalangan dana ilegal atau investasi yang sifatnya irasional.

Anak-anak muda China pamer kekayaanAnak-anak muda China pamer kekayaan. Foto: Instagram

Agar aturan tersebut bisa terlaksana, jaringan media sosial China juga harus memonitor dan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan serta aksi kriminal dari selebriti maupun konflik kelompok yang melibatkan fans ke pihak berwenang. Platform media sosial juga harus mengatur konten-konten yang sekiranya dapat menimbulkan gangguan pada ketertataan sosial.

Selain itu pemerintah China juga memandang budaya selebriti dan aksi mereka mengejar kekayaan sebagai akibat dari pengaruh budaya Barat yang membahayakan. Memamerkan kekayaan dinilai dapat mengancam ideologi komunisme karena sama saja mempromosikan tindakan individualisme, bukan sosialisme.



Simak Video "Peragaan Busana Spesial untuk para Nakes di China Fashion Week"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)