Ini Kisah Masa Lalu yang Bikin Putri Belanda & Pangeran Belgia Tak Bisa Nikah

Tim Wolipop - wolipop Selasa, 16 Nov 2021 06:45 WIB
King Willem-Alexander of the Netherlands and Princess Catharina-Amalia pose for a picture on February 25, 2020 during their winter holiday in Lech am Arlberg in Austria. (Photo by DIETMAR STIPLOVSEK / APA / AFP) / Austria OUT Putri Catharina Amalia dan Pangeran Gabriel. Foto: Istimewa
Jakarta -

Kisah cinta pangeran muda dari Belgia dan putri dari Belanda jadi sorotan. Hubungan Pangeran Gabriel dari Belgia dan Putri Mahkota Belanda Catharina Amalia tak bisa berlanjut hingga pernikahan karena sejarah masa lalu ini.

Hubungan cinta Putri Catharina Amalia dan Pangeran Gabriel pertama kali diberitakan oleh media Jerman, Gala. Dalam berita tersebut dikatakan bahwa pangeran 18 tahun itu jatuh cinta dengan putri kerajaan berusia 17 tahun tersebut. Telah mengenal sejak lama, keduanya dikabarkan menjalin hubungan cinta, dan saling mengunjungi satu sama lain.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari salah satu keluarga kerajaan, namun outlet media HLN mengungkap bahwa cinta mereka terhalang oleh hukum yang telah berlaku selama kurang lebih 200 tahun. Dalam undang-undang yang dibuat pada 1830, anggota kerajaan Belgia dan Belanda dilarang untuk menikah.

King Willem-Alexander of the Netherlands and Princess Catharina-Amalia pose for a picture on February 25, 2020 during their winter holiday in Lech am Arlberg in Austria. (Photo by DIETMAR STIPLOVSEK / APA / AFP) / Austria OUTPutri Catharina Amalia dan ayahnya Raja Belanda, Willem-Alexander Foto: AFP/DIETMAR STIPLOVSEK

Apakah hukum tersebut bisa diubah? Mantan presiden Belgia Herman De Croo menjawab bahwa tampaknya tidak mungkin ada perubahan dalam hukum yang telah disahkan selama ratusan tahun itu.

"Kita tidak bisa menjauhkan (hukum tersebut). Itu telah dibuat sebagai preseden (sesuatu yang dijadikan contoh). Jika Anda mengulas topik ini, mengapa yang lain tidak?" pandangan Herman De Croo.

Seperti apa sejarah yang membuat hubungan cinta Pangeran Belgia dan Putri Belanda tak bisa sampai ke pelaminan?

Adalah Revolusi Belgia yang menyebabkan cinta Putri Mahkota Belanda Catharina Amalia dan Pangeran Gabriel dari Belgia tak bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Revolusi tersebut terjadi pada 1830.

Revolusi Belgia merupakan awal dari berdirinya Kerajaan Belgia. Pada 1830, pemberontakan meletus di Kota Brussels dan menyebar hingga ke wilayah Belanda Selatan di mana di daerah tersebut mayoritas penduduknya memiliki kebudayaan dan kehidupan sosial berbeda dari mayoritas wilayah Belanda lainnya. Saat revolusi terjadi, pabrik-pabrik berhenti beroperasi dan mesin-mesin dihancurkan.

Revolusi Belgia ini terjadi karena ketidakpuasaan atas kepemimpinan Raja Belanda, Raja Willem I. Rakyat merasa terjadi kesenjangan yang tinggi antara pengangguran dan kelas pekerja.

Putri Catharina AmaliaPutri Catharina Amalia Foto: dok. Instagram

Pada November 1830, Kongres Nasional Belgia didirikan dengan tujuan membentuk negara Belgia. Dan kongres itu memutuskan Belgia menjadi sebuah monarki kostitusional. Pada 7 Februari 1831 Kostitusi Belgia dideklrasikan, namun saat itu belum ada monarki yang menduduki mahkota.

Kongres Nasional Belgia juga memutuskan tidak boleh ada kandidat dari Belanda yang memimpin Belgia. Pada 22 April 1831, Leopold didekati untuk menjadi Raja Belgia. Dan pada 21 Juni 183, Leopolod I dinobatkan sebagai Raja Belgia pertama.

Seperti dikutip dari Expatica, sejak Kerajaan Belgia berdiri hingga kini hampir 200 tahun berlalu, ada aturan hukum yang tidak berubah. Salah satunya adalah tidak bolehnya orang keturunan Raja Belanda menguasai atau berkedudukan di Kerajaan Belgia. Berdasarkan aturan itu lah yang berdampak pada hubungan cinta Putri Kerajaan Belanda dan Pangeran Belgia.



Simak Video "Pangeran Harry Takut Bawa Anak-anaknya ke Inggris, Ada Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)