Transgender Pakai Mukena Saat Umrah Jadi Buron, Kini Diselamatkan di Australia

Tim Wolipop - wolipop Selasa, 19 Okt 2021 12:45 WIB
Nur Sajat, transgender buronan Malaysia. Foto: Instagram/@nursajat23 Nur Sajat, transgender buronan Malaysia. Foto: Instagram/@nursajat23

Nur Sajat yang dikenal sebagai pengusaha kosmetik itu juga meminta netizen tidak membahas soal keyakinannya. Apapun agamanya itu adalah haknya dan urusannya dengan Yang Maha Kuasa.

"Jika aku masih seorang muslim, biarkan itu tetap menjadi keyakinanku dan kamu tetap dengan keyakinanmu," ujarnya. "Jangan nilai aku. Mari kita saling menghargai. Berhenti menyebutku pendosa. Terimakasih...aku menghargai semua nasihat kalian," tambahnya.

Kontroversi Nur Sajat Umrah Pakai Baju Wanita

Nur Sajat, transgender asal malaysia yang namanya jadi kontroversi setelah membagikan momen umrah di media sosial. Pada momen tersebut, transgender dengan nama asli Muhammad Sajad Kamaruzaman menggunakan mukena saat umrah di Mekkah. Hal tersebut berujung dengan penangkapan karena dinilai menghina agama.

Nur Sajat kemudian melarikan diri ke Thailand, namun otoritas imigrasi Thailand menangkapkan dengan alasan bahwa dia memasuki negara tersebut secara ilegal dari Malaysia. Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuknya setelah dia tidak menghadiri sidang di Pengadilan Tinggi Syariah pada Februari lalu atas tuduhan menghina Islam dengan berpakaian sebagai seorang wanita.

Jika terbukti bersalah, influencer Malaysia itu menghadapi hukuman tiga tahun penjara. Pejabat imigrasi Thailand dilaporkan membebaskannya dengan jaminan, tetapi pihak berwenang Malaysia membatalkan paspornya dan sekarang sedang bernegosiasi agar dia diekstradisi.

Nur Sajat mengaku takut kembali ke Malaysia karena dia telah menerima ancaman pembunuhan yang tidak terhitung di negaranya. Kini, Nur Sajat meminta bantuan internasional agak dia tidak terekstradisi. Kini Sajat sudah mendapatkan negara yang mau menerimanya yaitu Australia.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "UNESCO Tetapkan Songket Melayu Jadi Warisan Budaya Asal Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]

(eny/eny)