Kekurangan Pangeran, Keluarga Kerajaan Jepang Berencana Adopsi Anak Lelaki

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 08 Sep 2021 18:00 WIB
Kaisar Jepang yang baru, Naruhito dan istrinya Permaisuri Masako ikut parade di pusat kota Tokyo pada Minggu, (10/11/2019). Foto: AP Photo
Jakarta -

Berbeda dengan sejumlah negara Eropa, keluarga kerajaan Jepang masih menganut aturan tradisional termasuk soal pemegang tahta haruslah seorang pria. Karena itu, mereka kekurangan pangeran untuk dijadikan kaisar terlebih seorang putri pun harus menikah dengan bangsawan jika ingin mempertahankan statusnya. Sebagai solusi kini seorang pangeran Jepang tengah direncanakan untuk mengadopsi anak laki-laki agar kekaisaran tidak punah.

Dilaporkan jika seorang pangeran berencana untuk mengadopsi anak lelaki di usianya yang ke-85 tahun. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan keluarga kerajaan karena berdasarkan aturan, hanya seorang anak lelaki dari kaisar laki-laki yang boleh naik tahta. Tapi sayangnya kini hanya ada empat pria di keluarga Kaisar Naruhito dan semuanya sudah berusia lebih dari 55 tahun.

Kekhawatiran akan punahnya keluarga kerajaan karena kurangnya anak lelaki membuat pemerintah Jepang berencana mengubah aturan. Mereka dikatakan akan memperbolehkan kerajaan untuk mengadopsi anak. Karena itu, Pangeran Hitachi diizinkan mengadopsi anak lelaki. Sayangnya, rencana itu mengundang kritik.

Setelah kabar ini beredar, sebuah jejak pendapat dilakukan dan publik menyayangkan perubahan aturan tersebut. Pemerintah malah mendapatkan kritik karena bukannya mengizinkan wanita menjadi kaisar.

Detail mengenai usaha untuk adopsi anak lelaki belum dikonfirmasi tapi sejumlah agensi berita telah merilis berbagai laporan. Kyodo menyampaikan jika para pakar yang tergabung dalam panel menyarankan Pangeran Hitachi dan istrinya Hanako sebagai kandidat utama untuk mengadopsi.

Tapi anak yang diadopsi tentu juga tidak boleh sembarangan. Mereka hanya boleh mengangkat anak keturunan aristokrat atau keluarga kerajaan untuk mempertahankan darah biru.

(ami/ami)