Menlu Haiti Tidak Tolerir Stasiun TV Korsel Rasis: Minta Maaf Tidak Cukup

R Chairini Putong - wolipop Rabu, 28 Jul 2021 12:30 WIB
MBC mengenalkan Haiti di Olimpiade Tokyo 2020 Cara MBC mengenalkan Haiti di Olimpiade Tokyo 2020. Foto: dok. MBC
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Haiti, Claude Joseph memberikan respon terkait tindakan rasis stasiun televisi Korea Selatan. Permintaan maaf dinilai tidak cukup dengan cara MBC mengenalkan Haiti di acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

MBC menyiarkan acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 pada Jumat (23/7/2021) pukul 20.00 KST. Mereka menyelipkan foto dan keterangan yang dianggap dapat 'membantu' pemirsa mengenal tiap negara, namun justru menimbulkan kontroversi.

Sejumlah negara digambarkan dengan foto yang sensitif karena menyinggung masalah politik. MBC menempatkan foto peta Wuhan untuk China, foto tembok perbatasan Israel-Palestina untuk Palestina, dan tembok Berlin untuk Jerman.

MBC menuai protes keras saat mengenalkan Ukraina di acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. Stasiun televisi Korea Selatan itu menempatkan foto kecelakaan Chernobyl, yang diingat sebagai salah satu kecelakaan terburuk di dunia.

Foto yang Digunakan MBC saat Mengenalkan Haiti

Saat kontigen Haiti memasuki area parade, MBC menggunakan foto kerusuhan yang terjadi di sana. Foto yang digunakan mereka juga merujuk pada insiden pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise pada Rabu (7/7/2021).

Sebagai caption, MBC menjelaskan situasi politik di negara Haiti. Netizen Korea yang menonton siaran langsung pun terheran-heran, dan melontarkan kekecewaan di forum komunitas Korea. MBC seakan memberikan stereotip pada Haiti dengan menempatkan foto kerusuhan.

Setelah menyiarkan acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, MBC menyiarkan permintaan maaf karena telah menggunakan foto dan keterangan yang tidak pantas. Para pembawa acara meminta maaf langsung kepada atlet Ukraina dan Haiti.

Permintaan Maaf MBC saat acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020Permintaan Maaf MBC saat acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Foto: dok. MBC

"Dalam liputan acara pembukaan hari ini, kami menggunakan foto yang tidak pantas untuk memperkenalkan atlet yang mewakili negara seperti Ukraina dan Haiti. Kami juga menggunakan kalimat yang tidak pantas untuk menyoroti beberapa negara lain. Kami meminta maaf kepada pemirsa dan orang-orang Ukraina dan negara-negara lain," demikian pernyataan pembawa acara MBC.

Stasiun televisi Korea Selatan itu masih mendapat kecaman keras dari netizen Korea, karena permintaan maaf mereka yang dinilai tidak tulus. MBC akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun Twitter dengan bahasa Korea.

Hal itu membuat netizen Korea geram karena tidak akan ada negara yang mengerti. MBC akhirnya kembali menuliskan permintaan maaf di akun Twitter (@withMBC) dalam versi bahasa Inggris pada Sabtu (24/7/2021).

"Gambar dan keterangan dimaksudkan untuk memudahkan pemirsa memahami negara yang masuk dengan cepat selama upacara pembukaan. Namun, kami akui bahwa ada kurangnya pertimbangan untuk negara-negara yang bersangkutan, dan pemeriksaannya tidak cukup menyeluruh. Itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan," tulis pihak MBC.

Permintaan Maaf MBC ke Haiti

Kontroversi MBC kian memanas, hingga akhirnya Direktur Utama MBC menggelar konferensi pers untuk meminta maaf pada Senin (26/7/2021). Dalam sesi Q&A, Park Sung Je mengungkap telah mengirimkan surat permintaan maaf ke kedutaan besar dan Rumania.

Namun, Dirut MBC Park Sung Je tidak dapat mengirimkan surat permintaan maaf ke Haiti, yang telah menarik diri dari Seoul. Menyusul permintaan maaf Park Sung Je, Menteri Luar Negeri Haiti Claude Joseph akhirnya memberikan respon.

Menteri Luar Negeri Haiti, Claude Joseph menilai tindakan stasiun televisi Korea Selatan itu tidak dapat ditolerir. Namun, hal itu tidak akan mengalihkan perhatian enam delegasi atlet Haiti yang berjuang di Olimpiade Tokyo 2020.

"Permintaan maaf mereka tidak cukup. Namun, insiden itu tidak akan mengalihkan perhatian para atlet yang telah berusaha tanpa lelah selama bertahun-tahun untuk sampai ke Olimpiade," ujar Joseph, dikutip dari VOA Indonesia pada Selasa (27/7/2021).

Ini bukan kali pertama MBC mendapat kecaman karena tindakan rasis. Dalam Olimpiade Beijing 2008, MBC mengenalkan Chad sebagai "jantung Afrika yang mati" dan Zimbabwe dengan keterangan "inflasi yang mematikan."



Simak Video "Gaya Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Beri Penghormatan pada One Piece"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)