Kasus Pria Tinggal Gratis Selama 23 Tahun, Disebut Penghuni Liar Tersukses

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 05 Jul 2021 11:22 WIB
Man standing in front of his new home. Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Renphoto
Jakarta -

Seorang pria bernama Guramrit Hanspal dilaporkan sudah tinggal gratis selama 23 tahun. Guramrit menempati sebuah rumah di Long Island, AS padahal properti tersebut milik orang lain. Kasusnya menarik perhatian publik karena selalu sukses mengakali sidang bahkan saat tiga pemilik yang berbeda sudah berusaha untuk mengambil alih rumahnya. Ia pun disebut sebagai penghuni liar tersukses di Amerika.

Kasus Guramrit kembali jadi perbincangan setelah kembali terhindar dari pengusiran karena tinggal di rumah yang sudah bukan miliknya. Dilaporkan bahwa sebuah firma real estate Diamond Ridge berusaha untuk menyingkirkan pria tersebut tapi lagi-lagi belum membuahkan hasil dalam sidang.

Ia diperkarakan karena belum membayar hipotek sejak 1998. Meski begitu, Guramrit selalu saja bisa lolos dengan berbagai cara, mulai dari membuat tuntutan hingga mengaku bangkrut.

Dilansir New York Post, Guramrit kali ini bisa menghindari pengusiran setelah menyewa jasa pengacara baru yang membuat kasusnya paling tidak ditunda. Hakim pun mengabulkan keinginan Guramrit untuk memperpanjang waktu setelah pengacara mengatakan seorang pengacara lain sudah diminta menggantikan sehari sebelumnya.

"Ini adalah yang terakhir dari kurang lebih 40 pengacara yang muncul pada persidangan. Ini memang sering dilakukan terdakwa, ia mendaur ulang pengacara untuk memberi dirinya sendiri lebih banyak waktu. Pria ini pada dasarnya mempermainkan persidangan," kata Max Sold yang bekerja di Diamond Ridge.

Ketika ditanya mengapa Guramrit belum membayar hipoteknya selama bertahun-tahun, pengacara punya alasan aneh untuk membela kliennya. Ia menggunakan aturan moratorium dari gubernur mengenai biaya sewa rumah karena pandemi Corona. Padahal pria tersebut sudah tidak membayar dari 20 tahun lalu.

"Kami tidak percaya aturan itu dibuat untuk bisa melindungi orang-orang seperti ini," kata Max Sold.

(ami/ami)