Di Negara Ini, Ilegal Jika Selebgram Edit Foto Tanpa Bilang ke Follower

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 03 Jul 2021 17:30 WIB
Closeup of thoughtful young Asian woman holding mobile phone and surfing Internet. Attractive student taking selfie at cafe. Communication and work balance concept Foto: iStock
Jakarta -

Para influencer di media sosial dianggap sebagai salah satu penyebab standar kecantikan tidak realistis. Penampilan yang menawan ditambah dengan perawatan dan edit di berbagai bagian membuat mereka tampak sempurna. Jika tidak disikapi dengan bijaksana, hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan dan mendorong orang lain untuk ikut mengubah penampilan. Karenanya, mengedit foto tanpa menginformasikan akan menjadi tindakan ilegal di Norwegia.

Norwegia tengah menyusun regulasi baru terhadap iklan dan media sosial. Untuk mengatasi masalah standar kecantikan tidak realistis yang bisa mengganggu kondisi mental, dibuatlah peraturan mengenai edit foto. Dikatakan bahwa bagian tubuh dalam postingan atau iklan yang telah dimanipulasi atau dipercantik harus diberitahukan dengan jelas.

Mengedit atau menggunakan 'efek' di aplikasi media sosial atau edit foto belakangan menjadi sesuatu yang biasa. Telebih semakin banyak orang 'insecure' dengan penampilan dan keinginan untuk mengunggah foto estetik, kini mempercantik foto pun dianggap wajib sebelum dibagikan kepada follower. Agar tidak menimbulkan rasa minder dan tekanan untuk meniru dengan cara yang kurang sehat dan aman, aturan ini dibuat.

"Aturan ini harapannya bisa membuat kontribusi yang berguna dan signifikan untuk mengurangi dampak negatif dalam iklan-iklan seperti itu, terutama untuk anak-anak dan orang-orang muda,"

Aturan untuk menginformasikan edit foto dalam postingan media sosial berlaku untuk gambar-gambar yang mengubah penampilan ukuran dan bentuk tubuh juga warna kulit. Dalam amandemennya disebutkan, "Pengiklan dan orang yang mendesain iklan nantinya harus memastikan di mana ukuran tubuh, bentuk atau kulit yang sudah diubah dengan 'retouching' atau manipulasi lain harus ditandai,"

Regulasi baru tersebut kabarnya sudah mendapatkan banyak respon positif dari anggota dewan tapi belum sepenuhnya diberlakukan sampai disetujui oleh Raja. Jika nantinya sudah diresmikan, aturan itu akan mempengaruhi perusahaan iklan dan brand-brand lain dalam menampilkan produk mereka. Mereka yang melanggar rencananya akan diberi denda bahkan terancam dipenjara untuk kasus yang berat.

(ami/ami)