Pria Curhat Dikurung Calon Mertua Karena Tolak Beberkan Jumlah Penghasilannya

Vina Oktiani - wolipop Senin, 14 Jun 2021 08:15 WIB
People problems, poverty. Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Orangtua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk dalam hal memilih pasangan hidup. Sebelum yakin menyerahkan anaknya untuk hidup bersama pasangan pilihannya, biasanya orangtua akan memastikan apakah orang tersebut merupakan orang yang tepat atau tidak. Namun terkadang karena kekhawatiran tersebut, hal yang dilakukan oleh orangtua bisa jadi terasa sedikit berlebihan.

Seperti dikutip dari India.com, seorang pria menceritakan pengalamannya yang cukup menegangkan ketika harus berhadapan dengan calon mertuanya. Melalui Reddit, pria yang tidak diketahui namanya itu mengungkapkan kisahnya saat dikurung di sebuah ruangan oleh calon mertuanya karena menolak menyebutkan jumlah gajinya.

Sang pria mengatakan bahwa dirinya memang baru saja mendapatkan pekerjaan baru. Mengetahui hal itu, orangtua dari pasangannya kemudian mengundangnya ke rumah untuk membahas mengenai pekerjaan barunya. Orangtua dari pasangannya itu merasa perlu mengetahui jumlah gajinya untuk memastikan bahwa putri mereka kelak akan hidup aman dan bahagia bersamanya.

"Ibu dan ayah mertuaku mengetahui tentang pekerjaan baruku dan ingin melakukan percakapan 'pribadi' dengan saya tanpa tunangan saya sehingga mereka mengundang saya ke rumah mereka. Mereka mengundang saya ke kamar tamu mereka. Ayah mertua saya meminta saya untuk meninggalkan telepon dan kunci saya di meja makan. Mereka kemudian mulai membicarakan pekerjaan baru saya. Mereka tidak tahu berapa banyak saya dibayar dan meminta saya untuk memberi tahu mereka tentang gaji saya, tetapi saya dengan sopan menolak untuk memberi tahu mereka," tulis sang pria.

Sang pria mengatakan kepada calon mertuanya bahwa hal itu bukanlah urusan mereka. Namun ayah mertuanya itu menimpalinya dengan menyebut bahwa itu adalah urusan mereka karena dirinya hendak menikahi putri mereka. Sang pria kemudian mencoba untuk meyakinkan calon ayah mertuanya bahwa putrinya akan aman bersama dirinya. Selain itu uang bukanlah segalanya, melainkan rasa cinta dan hormat lah yang terpenting. Tetapi calon mertuanya itu tetap bersikeras ingin mengetahui jumlah penghasilannya. Mereka kemudian mulai menceritakan permasalahan-permasalahan apa saja yang bisa terjadi ketika sang pria tak mampu menafkahi keluarganya.

"Saya sangat kesal dan ingin pamit ke kamar mandi tetapi ayah mertua berdiri dan mengunci pintu. Saya bertanya apa yang dia lakukan. Dia menyuruh saya untuk tenang dan dia akan membuka kunci pintu saat percakapan ini selesai," terangnya.

Merasa kesal mendapat perlakuan demikian, sang pria pun marah dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh calon mertuanya itu tidak dapat diterima. Sang pria juga menyebut calon mertuanya sebagai 'penggali emas'.

Setelah mendengar hal itu calon mertuanya pun langsung membuka kunci pintu dan menyuruh sang pria untuk pergi. Ibu mertuanya pun menceritakan hal itu kepada sang anak yang merupakan tunangannya. Dia mengatakan bahwa pria tunangan dari anaknya itu tidak menghormati mereka karena telah menyebut mereka dengan sebutan 'penggali emas'.

"Ibu mertua sudah menelepon tunangan saya dan menangis mengatakan saya tidak menghormati mereka di rumah mereka dan memanggil mereka penggali emas hanya untuk menanyakan bagaimana kabar saya dengan pekerjaan baru saya. Tunangan saya marah tetapi saya menjelaskan apa yang ibu dan ayahnya lakukan. Dia bilang saya tidak hanya menyakiti orang tuanya tapi dia juga terluka dengan menyebut mereka penggali emas dan saya berhutang maaf pada mereka tapi saya menolaknya. Saya bertanya apakah dia pikir apa yang dilakukan orang tuanya baik-baik saja tetapi dia mengingatkan saya bahwa dia bersama saya karena dia mencintai saya apakah saya kaya atau miskin dan tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain (tunangan saya tidak pernah peduli tentang uang atau bertindak materialistis. Dia bekerja sebagai babysitter dan senang dengan itu) dia berkata bahwa saya perlu meminta maaf karena menyebut mereka penggali emas dan menyakiti perasaan mereka karena khawatir tentang "kita". Meskipun saya meyakinkan mereka, saya baik-baik saja secara finansial dan itu seharusnya menjadi akhir dari itu. Tapi saya kira saya menjadi emosi, mereka emosi dan sekarang saya menolak untuk meminta maaf. Hubungan saya dengan mereka mungkin akan terganggu jika saya tidak melakukannya," terangnya.

(vio/vio)