Pengakuan Mengejutkan Lady Gaga yang Pernah Diperkosa Hingga Hamil

Hestianingsih - wolipop Jumat, 21 Mei 2021 16:30 WIB
Freshly baked homemade crispy pretzel with sesame on rustic table Lady Gaga mengaku pernah jadi korban kekerasan seksual. Foto: iStock
Jakarta -

Lady Gaga kembali membuat pengakuan mengejutkan tentang masa lalunya. Penyanyi eksentrik ini mengungkap kalau dia pernah jadi korban pemerkosaan ketika berusia 19 tahun.

Pelantun lagu 'Applause' ini tidak mau menyebutkan identitas pelakunya. Dia hanya mengungkap bahwa pemerkosanya adalah seorang produser musik.

"Usiaku saat itu 19 tahun, dan aku bekerja di bisnis musik, dan seorang produser berkata padaku, 'Buka bajumu.' Aku bilang tidak. Lalu aku pergi, dan mereka bilang akan membakar semua musik ciptaanku. Dan mereka tidak berhenti. Mereka tidak berhenti memintaku, dan aku hanya terdiam. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi," tutur Lady Gaga saat jadi bintang tamu acara Oprah Winfrey, 'The Me You Can't See'.

Kekerasan seksual yang dialaminya sempat membuatnya hamil namun produser tersebut tak mau bertanggungjawab dan malah mencampakkannya. Akibatnya penyanyi 35 tahun ini mengalami trauma dan kesehatan mentalnya terganggu.

Bertahun-tahun setelah kejadian itu Lady Gaga masih trauma hingga harus berobat ke psikiater. Dia pun didiagnosa mengidap PTSD (gangguan stres pascatrauma). Saat itu Lady Gaga merasakan sakit di sekujur tubuhnya, kemudian mati rasa.

"Aku sadar rasa sakitnya sama seperti ketika orang yang memperkosaku membuatku hamil dan meninggalkanku, di rumah orangtuaku, karena aku muntah-muntah dan sakit. Karena aku disiksa. Aku dikunci dalam studio selama berbulan-bulan," ceritanya.

Trauma yang dialaminya membuat Lady Gaga punya kecenderungan menyakiti diri sendiri. Kematian kerap kali terlintas di pikirannya.

"Selama beberapa tahun, aku bukan lah orang yang sama," pungkasnya.

Lady Gaga menegaskan keputusannya membuka trauma masa lalu ke publik bukan untuk dikasihani orang lain. Tapi dia berharap cerita traumatis tersebut bisa membantu korban-korban kekerasan seksual lainnya.

(hst/hst)