Selebgram Nipu Dana Bantuan Covid untuk Hidup Mewah, Kini Terancam Penjara

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 16 Mei 2021 17:51 WIB
Danielle Miller Danielle Miller. Foto: dok. Instagram/@killadmilla
Jakarta -

Selebgram cantik ini tengah tersandung kasus hukum, bahkan terancam 20 tahun penjara. Wanita bernama Danielle Miller dituduh telah melakukan penipuan untuk mendapatkan dana bantuan Covid.

Dalam masa pandemi saat ini, di banyak negara memberikan bantuan dana untuk modal di masa pandemi COVID-19 saat ini. Hal tersebut yang dimanfaatkan oleh Danielle yang meminjam uang tapi bukan untuk membuat usaha, melainkan membiayai gaya hidup mewahnya yang sering berlibur dengan menyewa jet pribadi.

Kasus ini saat ini telah masuk ke ranah hukum. Pihak Kejaksaan AS mengklaim bahwa selebgram dengan followers 34 ribu itu menggunakan informasi pribadi orang lain untuk membuat rekening bank melalui Kantor Pendaftaran Kendaraan Bermotor negara bagian.

Danielle MillerDanielle Miller Foto: dok. Instagram/@killadmilla

Danielle kemudian menggunakan data yang sama untuk mengajukan pinjaman Economic Injury Disaster yang didanai pemerintah federal. Danielle dikatakan telah memiliki uang pinjaman mencapai US$ 100 ribu (Rp 1,4 miliar). Kini sebagian uang tersebut telah dihabiskan untuk penerbangan pribadi dari Florida ke California.

Jaksa juga mengklaim bahwa uang hasil penipuan Danielle ditunjukkan secara terang-terangan di Instagramnya dengan unggahan foto-foto hedonnya. Dalam unggahan terakhirnya yang di-posting pada 10 April, ia berpose di atas model mewah BMW.

Unggan tersebut mendapatkan reaksi nyinyir netizen. Tak sedikit orang yang mengolok-oloknya karena tampil mewah, namun dari hasil menipu.

"Apakah kamu mengendarai M4 ke pengadilan?" komentar netizen.

"Kamu tidak bisa membawa itu semua ke penjara. Semoga beruntung di penjara," komentar lainnya.

Dalam laporan lainnya, polisi juga menemukan bahwa Danielle mengakukan lebih dari US$ 900 ribu pinjaman modal bisnis menggunakan informasi dari korban lainnya. Sampai saat ini detektif masih menyelidiki bagaimana Danielle memiliki akses informasi rahasia pribadi orang lain. Jika terbukti bersalah, Danielle akan dipenjara selama 20 tahun dan denda hingga US$ 250 ribu.

(kik/kik)