Kisah Tragis Pemuda yang Dipenggal Keluarga Sendiri Karena Gay

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 13 Mei 2021 17:49 WIB
People problems, poverty. Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Seorang pria yang berasal dari Iran terpaksa harus kehilangan nyawa karena dirinya gay. Lebih menyedihkannya lagi, keluarganya sendirilah yang tega membunuh pria malang tersebut.

Seperti dikutip dari Metro, pria 20 tahun yang bernama Alireza itu dipenggal oleh seorang saudara laki-laki dan dua saudara sepupunya sendiri usai mereka mengetahu tentang seksualitas Alireza. Padahal Alireza telah berencana untuk meninggalkan Iran dan pindah bersama pasangannya, Aghil Abyat, ke Turki. Namun sayang sebelum rencana tersebut terlaksana, Alireza sudah terlanjur kehilangan nyawa.

Sebelumnya Alireza diketahui telah mengajukan permohonan untuk dibebaskan dari wajib militer karena dirinya mengaku gay. Lalu saat kartu pengecualiannya itu dikirimkan ke rumahnya, Alireza sedang tidak ada. Saudaranya yang kemudian menerima dan mengetahui bahwa Alireza adalah seorang gay.



Tak lama setelahnya, tepatnya pada hari Selasa pukul 7 malam, saudaranya itu mengatakan kepada Alireza bahwa mereka harus pergi ke desa Borumi untuk menemui ayahnya. Alireza yang tidak sadar bahwa saudaranya itu telah mengetahui seksualitasnya dan berniat jahat pun langsung masuk ke dalam mobil dan ikut pergi bersama. Namun setelah sampai, ada dua orang sepupu laki-lakinya yang tiba-tiba juga ikut bergabung dan membantu memenggal kepala Alireza.

Setelah melakukan aksinya, para pelaku kemudian meninggalkan tubuh Alireza di bawah beberapa pohon palem dan kemudian menelepon ibunya. Menurut keterangan Aghil Abyat kepada IranWire, para pelaku itu mengatakan kepada ibu Alireza bahwa mereka telah menghabisinya.

Mendengar hal itu, ibu Alireza pun langsung syok sampai harus dirawat di rumah sakit. Ketiga tersangka kemudian ditangkap atas dakwaan pembunuhan.

(vio/vio)