Kisah 'Karma' Pasangan Selingkuh, Berakhir Jadi Pemulung dan Tukang Cuci Baju

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 07 Mei 2021 06:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

Ernawati dan Zulkarnaen pun berangkat ke Jakarta bersama 5 orang anak mereka dengan menumpang sebuah kapal barang. Sesampainya di pelabuhan Tanjung Priok, Ernawati dan Zulkarnaen tak tahu harus kemana, sehingga mereka bersama dengan anak-anaknya tiidur di terminal bus tersebut.

"Saya tidur di Tanjung Priok pertama. Saya bawa uang pas-pasan banget. Disitu aku dikerjain sama orang. Habis baju-baju diambil, di terminal aku tidur, di Tanjung Priok, dekat stasiun kereta api," jelas Ernawati.

[Gambas:Youtube]

Untungnya ada seorang pedagang Coto Makassar yang merasa iba dan mengajak Ernawati beserta suami dan anak-anaknya untuk tinggal bersama. Namun tak lama tinggal di rumah tersebut, Ernawati dan suaminya pun memutuskan pindah ke kampung pemulung di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Mereka merasa malu dan tidak enak karena telah merepotkan.

"Dulu kan sprai kalau 3 hari nggak diganti udah gatalnya bukan main. Makan kalau ngelihat yang jorok-jorok nggak kuat. Terus sekarang aku jalani semua. Aku harus lakukan semua itu," jelas Ernawati.

Untuk bertahan hidup, suaminya, Zulkarnaen bekerja sebagai pemulung. Sedangkan Ernawati sendiri tidak bisa bekerja berat, terkadang dirinya hanya bisa menjadi tukang cuci baju.

"Jadi aku tuh kalau kerja 2 hari 3 hari kumat lagi ginjalnya. Aku juga pernah bronkitis. Jadi aku sampai sekarang minum obat terus. Aku terus-terusan minum obat. Kalau tidak disertai obat, jantung kumat, ginjal kumat. Jadi ku bantu suamiku apa adanya yang tidak berat-berat kerjaannya," ungkapnya.

Salah satu anaknya bahkan ada yang meninggal karena terkena tifus kronis akibat mengamen. Saat itu Ernawati mengaku sangat bingung. Untungnya bapak RT di tempat tinggalnya mau membantunya. Semuanya keperluan diurus oleh bapak RT dengan meminta sumbangan dari para tetangga.

"Aku tidak tahu mau kemana, aku kelabakan. Aku mau jual barang tidak tahu, apa yang harus aku jual. Terusnya aku ke mama. Kata mamaku, 'makan cintamu'. Dari situ sampai sekarang aku nggak pernah lagi nemuin orangtua ku," tutur Ernawati.

Saat ini Ernawati hanya bisa pasrah dan berharap dirinya bisa dimaafkan dan diterima kembali ke keluarganya. Selain itu, dia juga berharap bisa kembali menyekolahkan anak-anaknya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(vio/vio)