Kisah Miris Wanita Cari Jodoh di Facebook Berakhir Ditipu Rp 700 Juta

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 19 Apr 2021 16:00 WIB
Woman spending weekend relaxing at home Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Belakangan memang banyak orang cari jodoh di media sosial. Banyak yang berhasil tapi tak sedikit pula yang malah menyisakan kisah miris. Seperti seorang wanita mengaku baru saja tertipu pria yang ditemuinya di aplikasi kencan Facebook. Berniat mendapatkan kekasih sekaligus uang, wanita itu malah tertipu hingga ratusan juta.

Wanita bernama Eva Kedoula berniat untuk mencari pasangan setelah perceraiannya. Ia pun bertemu dengan pria bernama Jesse yang entah bagaimana membuatnya percaya. Singkat cerita wanita 53 tahun itu mempercayakan uangnya sebagai investasi untuk dibuat lebih banyak lagi. Tak disadarinya, jika hal itu adalah jebakan dan penipuan.

"Aku terkena umpannya. Dia mencolok keserekahanku. Ada banyak hal yang membuatnya terlihat seperti resmi. Dia membuatku berpikir aku bisa membuat uang jadi aku meminjam uang yang tidak aku punya," ujarnya dilansir Mirror.

Dikatakan jika Eva mulai 'berpacaran' dengan Jesse awal Januari. Tak lama setelahnya, pria yang mengklaim berusia 34 tahun tersebut mulai mengirimkan Eva link ke sebuah aplikasi finansial. Awalnya ia mengirimkan uang £5000 lalu mendapatkan beberapa notifikasi jika ia mendapatkan keuntungan besar.

Karena itu, ia berani meminjam uang dan mengumpulkan tambahan £35,000 (Rp 796 jutaan) yang kemudian ditransfer ke aplikasi tersebut. Eva saat itu tidak mengetahui bahwa aplikasi tersebut palsu. "Aku berpikir aplikasi tersebut resmi. Aku mengabaikan tanda-tanda mencurigakannya," kata Eva.

Dua minggu setelah mengirimkan uang, Eva mencoba menarik uang tapi aplikasi itu menyarankan untuk mengumpulkan lebih banyak lagi agar keuntungan semakin tinggi. Ketika Eva menolak, ia malah diancam akan dilaporkan ke Interpol karena dituduh menipu.

"Aku tidak bisa lagi berbohong pada diriku sendiri. Aku mengirim pesan pada Jesse dan dia mencoba untuk menyalahkanku bahwa aku melakukan hal yang salah. Saat itu lah aku pergi ke polisi," ujarnya.

Setelah dilaporkan, para pakar mengaku bahwa itu merupakan kasus yang sulit ditangkap karena dioperasikan secara mendunia. Dikatakan pula kasus serupa sedang banyak terjadi di dunia karena perasaan kesepian selama pandemi Corona. Para penipu biasanya merayu korban dengan kata-kata manis sebelum mengambil uang mereka.

(ami/ami)