Ingin Cepat Divaksin COVID-19, 2 Wanita Muda Menyamar Jadi Nenek-nenek

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 20 Feb 2021 17:30 WIB
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pandemi Corona telah berlangsung hampir setahun. Penyebaran pun masih mengkhawatirkan karena itu diharapkan vaksinnya bisa segera diberikan kepada semua orang. Tapi umumnya golongan orang yang paling membutuhkanlah yang diutamakan, seperti para tenaga medis dan orangtua. Dua orang wanita tampaknya tidak bisa menunggu lama hingga nekat menyamar jadi nenek-nenek agar cepat dapat giliran.

Dilaporkan bahwa dua wanita asal Florida, AS membohongi petugas kesehatan untuk mendapat vaksin COVID-19. Bohong soal usia yang sebenarnya masih tergolong muda, mereka pun berdandan seperti nenek-nenek agar para perawat percaya. Aksi keduanya pun ketahuan polisi.

Dua wanita yang berusia 34 dan 44 tahun sebelumnya sudah berhasil mengelabui tenaga medis. Mereka sudah pernah disuntik vaksin untuk pertama kali setelah berhasil berbohong soal usia. Tapi saat kembali untuk yang kedua kali, mereka tertangkap ternyata bukan orang berusia 65 ke atas yang diprioritaskan.

Wanita muda menyamar jadi nenek-nenek untuk vaksin COVID-19Wanita muda menyamar jadi nenek-nenek untuk vaksin COVID-19 Foto: ORANGE COUNTY GOVERNMENT

"Kami menyadari ada dua orang wanita muda yang berdandan seperti nenek-nenek untuk mendapat vaksin yang kedua kalinya. Mereka memakai (topi) bonnet, sarung tangan, kacamata, semuanya," kata Dr. Paul Pino yang bertugas saat kejadian.

Mereka akhirnya ketahuan setelah tertangkap memalsukan kartu identitas. Dalam kartu tersebut, keduanya menulis nama asli tapi tahun kelahirannya tidak sesuai dengan yang ada di data.

"Kalian tahu apa yang kalian lakukan? Kalian mencuri vaksin dari orang yang benar-benar membutuhkan dari pada kalian. Dan sekarang kalian tidak akan mendapatkan yang kedua," kata seorang petugas dalam video yang beredar.

Dikatakan jika ini bukan kali pertama seseorang berusaha untuk terlihat tua demi mendapat vaksin COVID-19. Sebelumnya bahkan seorang anak memakai identitas ayahnya untuk bisa disuntik duluan karena memiliki nama sama.

(ami/ami)