Salma Hayek Pernah Disebut Tak Akan Sukses di Hollywood karena Orang Meksiko

Hestianingsih - wolipop Selasa, 09 Feb 2021 14:25 WIB
LOS ANGELES, CA - JANUARY 28: Sharon Stone speaks onstage at Steven Tyler and Live Nation presents Inaugural Janies Fund Gala & GRAMMY Viewing Party at Red Studios on January 28, 2018 in Los Angeles, California.  (Photo by Tommaso Boddi/Getty Images for Janies Fund) Salma Hayek. Foto: Getty Images
Jakarta -

Salma Hayek pernah mendapatkan pengalaman buruk terkait rasisme saat baru meniti kariernya sebagai aktris. Kala itu banyak orang mengatakan kalau kariernya di dunia akting tidak akan bertahan lama karena latar belakang dan ras.

Wanita 54 tahun ini diketahui memiliki darah Meksiko-Lebanon dari orangtuanya. Akibat latar belakang keluarga, banyak orang mencoba membuat nyali Salma ciut, yang untungnya, tak berhasil.

"Mereka bilang karier saya di Hollywood akan redup di pertengahan usia 30-an. Pertama mereka bilang orang Meksiko tidak akan berhasil karena, pada saat itu, dengan adanya generasi baru, mustahil bagi orang Meksiko mendapatkan peran utama di Hollywood," tuturnya seperti dikutip dari Female First.

Namun Salma Hayek berhasil membuktikan kalau omongan mereka semua salah besar. Hingga kini ibu satu anak ini berhasil menempatkan namanya di daftar selebriti papan atas Hollywood.

Dia bahkan mendapatkan peran-peran penting dalam film populer. Salah satunya 'Eternals' garapan Marvel Studios yang akan rilis pada 2021, di mana Salma Hayek berperan sebagai salah satu karakter supervillain sekaligus superhero Ajak.

Di tahun yang sama Salma juga bermain dalam flm berjudul 'Bliss' dan 'The Hitman's Wife's Bodyguard'.

"Menurut saya hal ini luar biasa; saya bangga dengan (pencapaian) ni. Saya ingin meneriakkannya kepada dunia karena beberapa kali saya dibilang tidak akan sukses, dan hampir saja mempercayai mereka. Tapi saya melawannya. Saya berjuang dan menang. Dan saya ingin wanita lain menyadarinya," pungkas Salma Hayek.

(hst/hst)