Most Pop Sepekan: Tukang Bersih-bersih Tanpa Busana yang Jadi Kontroversi

Kiki Oktaviani - wolipop Sabtu, 19 Des 2020 17:45 WIB
The Naked Cleaning Company Foto: Instagram @the_nakedcleaning_company
Jakarta -

Di Inggris ada jasa tukang bersih-bersih yang tidak pakai busana. Kabar tentang jasa yang menuai kontroversi tersebut sempat menyita atensi pembaca selama sepekan terakhir.


Perusahaan asal Inggris The Naked Cleaning Company jadi kontroversi karena menyediakan jasa tukang bersih-bersih menggunakan pakaian seksi. Dengan harga yang lebih mahal, bahkan petugas bersih-bersih tidak mengenakan busana.

Perusahaan yang berlandaskan empower tersebut menerima banyak kritikan karena dinilai terlalu sensual dan menjadikan wanita sebagai objek seksual.

Seperti inilah penampilan petugas bersih-bersih yang akan membersihkan seluruh ruangan. Jasa tersebut diminati banyak pria.

Wanita bernama Nikki Belton yang mendirikan perusahaan jasa tersebut. Nikki mengaku tidak peduli dengan kritikan publik tentang perusahaannya.

"Kami melakukannya dengan sangat baik, tapi ada saja yang tidak menyukainya. Kita hanyalah bisnis dan tidak ada ada tentang seks di dalamnya. Petugas pembersih kami bukanlah objek seks, mereka melakukan tugasnya," jelas Nikki, seperti dikutip The Sun.

Untuk mendapatkan jasa ini tidaklah murah. Jasa pembersih tanpa busana akan dikenakan biaya 75 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 juta per jamnya.

Nikki mengaku bahwa jasanya di Inggris sangat laku. Dia pun berencana mengekspansi bisnisnya secara global.

(dtg/dtg)