Viral Influencer Indonesia Dinilai Tak Beretika, Barang Endorse Dijual Lagi

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 04 Des 2020 16:01 WIB
Happy asian woman vlogging with gimbal tripod and smartphone - Influencer chinese girl having fun with new trend technology - Millennial generation activity job, youth and tech concept - Focus on face Ilustrasi Influencer / Foto: Getty Images/iStockphoto/DisobeyArt
Jakarta -

Menjadi influencer yang memiliki banyak pengikut bisa membuat seseorang banyak mendapatkan tawaran endorsement. Tentunya hal itu akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi influencer, mereka akan memperoleh bayaran karena telah membantu mempromosikan produk endorse tersebut. Selain itu, influencer juga akan memperoleh produknya secara cuma-cuma. Sedangkan bagi pihak penjual yang meng-endorse, barang-barangnya tersebut bisa menjadi lebih laris atau laku setelah dipromosikan.

Tapi bagaimana jika barang tersebut justru dijual kembali oleh sang influencer? Hal itu yang dialami oleh salah seorang penjual. Merasa kesal dan kecewa, dia lalu mengungkapkan perasaannya di media sosial Twitter miliknya. Melalui akun Twitter @fairygothm0m, sang penjual menceritakan bahwa salah satu influencer yang dia percaya justru kedapatan menjual kembali barang endorse darinya tanpa izin.

"I endorse her and how dare she???? sumpah aku nangis sih," tulis Nebaaa sambil menyertakan foto hasil tangkapan layar bukti bahwa sang influencer memang menjual barang endorse darinya.



Nebaaa juga menuliskan bahwa dirinya sangat sedih sampai menangis, mengingat influencer tersebut cukup dekat dengannya, bahkan dia sudah menganggapnya sebagai teman. Nebaaa sangat menyayangkan perlakuan dari influencer tersebut yang tidak meminta izin terlebih dahulu padanya.

"Aku nangisnya karena kita kenal, and I think of her as a friend ... se engganya kan bisa bilang dulu atau ga usah lah hide story, kalau dihide kan berarti sadar ya kalau salah," tulisnya di Twitter.

Hingga kini cuitannya itu telah memperoleh lebih dari 16,9 ribu likes dan 3,1 ribu retweets. Wolipop sendiri sudah mengonfirmasi kebenaran cerita tersebut melalui DM Twitter pada Jumat (4/12/2020). Kepada Wolipop, pemilik akun Twitter @fairygothm0m itu mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dia mendapat perlakuan semacam itu dari influencer yang diajaknya bekerja sama.

"Baru pertama kali endorse kak dan begini. Sebenarnya kalau dari saya, memang benar barang itu sepenuhnya hak dia, tapi kan lebih ke masalah etis atau tidak, terlebih lagi saya kan di-hide dari storynya, itu sih yang saya permasalahin. Kalau memang niatnya baik kan setidaknya tidak perlu hide story atau bisa minta izin dulu. Kalau memang minta izin juga pasti saya izinkan atau mungkin saya beli kembali barangnya," jelasnya.

Nebaaa sendiri baru mengetahui bahwa barang endorse darinya dijual oleh sang influencer dari salah seorang penjual lain yang juga senasib dengannya. Seperti yang dapat terlihat melalui unggahan Twitternya, barang endorse berupa topi bucket hat rajutan itu dijual oleh sang influencer dengan harga Rp 40 ribu.

"Hours of hardwork dan cuma dihargai 40k, dia hide storynya dari akun aku," tulisnya di Twitter.

"Kalo butuh 40k sini gua beli deh," tambahnya.

Nebaaa juga mengatakan bahwa pada akhirnya sang influencer meminta maaf dan memberikan pilihan untuk mengembalikan barang tersebut. Namun sayang, saat Nebaaa sudah memberikan alamat dan meminta nomor rekening, pesannya itu justru tidak dibalas oleh sang influencer yang diketahui bernama Wina.

"Minta maaf sih tapi action dia setelah itu di sosmed tidak menggambarkan ada rasa bersalah kak. Ada seller lain juga yang mempertanyakan masalah ini tapi juga hanya dibaca saja tidak ada balasan. Bahkan Wina post story di mana ada informasi pribadi dari seller itu, dan tidak ada niat baik untuk takedown," jelas Nebaaa kepada Wolipop.

Unggahan Twitter Nebaaa itu memancing beragam komentar netizen. Tak sedikit netizen lain yang juga memiliki pengalaman senasib dan menceritakannya di kolom komentar. Beberapa juga mempertanyakan perlakuaan sang influencer yang dinilai tidak pantas.

"Ga gitu dong caranya, seenggaknya tu kalo emang niat mau dipreloved dimention ig olshopnya itu udah bentuk apresiasi buat lokal brand yang lagi berkembang," komentar salah seorang netizen.

"Kok ada orang begitu? Tega banget, padahal temen sendiri. Menurutku kalau gak bisa disimpen sebagai hadiah, cukup diGAin, tidak lupa tag olshopnya. Atau kalau emang BU banget, harga jualnya ngotak dong? Jangan ngejatuhin harga pasar sellernya," tambah netizen lain.

"Sumpah kok jahat bgt yaampun nangis bgt... ga sopan bgt?????? PADAHAL BUCKET NYA LUCU ABISSSS," komentar netizen lainnya.

(vio/vio)