Pemuda Desa di Tibet Viral, Wajahnya Bikin Netizen Terpana

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 26 Nov 2020 16:05 WIB
Pria Tibet Viral Pemuda desa di Tibet yang viral karena tampangnya. (Foto: Douyin via SCMP)
Sichuan -

Inikah salah satu pria tertampan di dunia? Seorang pemuda desa di Tibet viral karena disebut-sebut memiliki wajah ganteng.

Namanya Zhaxi Dingzhen. Seperti dilansir dari South China Morning Post, pria berusia 20 tahun tersebut tinggal di sebuah desa terpencil yang berada di Provinsi Sichuan. Sehari-harinya, ia bergembala di desa asalnya yang berada di kawasan plato Tibet itu.

Sosok Zhaxi viral setelah dua minggu sebelumnya muncul video dirinya di Douyin, aplikasi TikTok khusus di China.

Di video tersebut, penampilan Zhaxi tampak sederhana. Sepintas wajah oriental Zhaxi tampak agak kusam. Ia memiliki alis tebal, begitu pula rambutnya.

Dari busananya pun tak ada yang spesial. Kala itu ia sedang memakai kemeja hitam berbungkus baju tradisional merah yang mirip jubah. Tidak ketinggalan sebuah scarf kuning dan anting yang menghiasi kuping kirinya.

Pria Tibet ViralPria Tibet Viral Foto: Douyin via SCMP

Ketika kamera menyoroti wajahnya, ia tampak tersenyum. "Bagaimana seorang pria, liar tapi polos, ada di dunia seperti ini? Saya langsung jatuh cinta dengannya," komentar seorang netizen.

"Dia tampan sekali! Aku sampai menyaksikan video ini puluhan kali," puji netizen lainnya. Ada pula yang berkomentar, "Matanya sangat berkilauan dan semurni langit biru di belakangnya."

Saking banyak orang yang terpana dengan sosok Zhaxi, video tersebut sudah mendapat 2.7 juta likes dan 135 ribu komentar.

Kepopuleran Zhaxi memang tak diduga-duga. Awalnya, fotografer yang merekam video ini ingin mengambil gambar aktivitas ayah dan adik Zhaxi untuk keperluan promosi daerah. Karena mereka tidak ada di rumah, Zhaxi yang akhirnya disorot.

Di video itu, ia sempat ditanya soal pacar. Zhaxi mengaku belum punya. Soal impian, dijawabnya: "Aku ingin menjadi seorang pangeran pebalap kuda."

Kabarnya, Zhaxi mendapat tawaran dari pemerintah untuk menjadi duta daerahnya dalam rangka mempromosikan potensi wisata. Kendati demikian, penunjukan tersebut sempat menjadi perdebatan kerana dianggap sebagai sebuah eksploitasi.

(dtg/dtg)