Cara Hannah Al Rashid Tanggapi Curhat Korban Pelecehan Seksual

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 08 Nov 2020 18:00 WIB
Hannah Al Rashid saat ditemui di kawasan Cikini. Foto: Noel/detikFoto
Jakarta -

Aktris Hannah Al Rashid cukup vokal dalam menyuarakan isu-isu perempuan, terlebih tentang pelecehan seksual. Tak jarang, wanita kelahiran London 34 tahun itu lalu itu kerap menjadi tempat curahan hati para korban kekerasan seksual.

Hannah mengaku bahwa dia sebisa mungkin menjadi pendengar yang baik saat ada orang yang menceritakan masalah kekerasan seksual. Menurutnya, orang yang mengalami pelecehan seksual terkadang sulit untuk membuka suara, jadi dia sangat menghargai dan berempati terhadap orang yang sudah berani bicara.

"Saya selalu mendengarkan. Saya tidak punya hak untuk memberikan advice. Kemudian saya tanya apa yang bisa saya bantu. Saya biasanya akan menghubungkan mereka ke yayasan atau lembaga bantuan hukum," ujar Hannah dalam acara virtual bersama The Body Shop Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS' baru-baru ini.

Hannah mengakui bahwa banyak orang yang awalnya tidak saling kenal dan setelah bercerita tentang masalah via pesan pribadi di media sosial kemudian jadi akrab dengannya. "Sampai sekarang masih banyak kok orang-orang yang berkomunikasi," akunya.

Hannah menegaskan bahwa ketika ada orang yang bercerita tentang kekerasan seksual, hal utama adalah menjadi pendengar yang baik. Berikan kenyamanan bagi mereka yang notabene adalah korban untuk bercerita.

"Korban jangan merasa sendiri. Sampai akhirnya mereka bisa sampai ketemu network atau organisasi yang bisa membantu. Karena belum tentu dari keluarga mendapat support system. Di sini aku menjadi support system bagi siapa saja yang kontak aku," ungkap bintang film Aruna dan Lidahnya itu.

Untuk itu, Hannah sangat mendukung dengan segera disahkannya RUU PKS (Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual). Hannah berharap pemerintah bisa melindungi semua masyarakat, tak terkecuali kaum perempuan yang kerap menjadi korban pelecehan seksual.

"Payung hukum yang kita punya lemah. Mau lapor, mau cerita ke kantor polisi, kemudian nggak tahu mau pakai pasal apa. Dengan adanya RUU PKS kita jadi tahu jenis-jenis kekerasan. Nggak ada lagi sakit hati karena pasalnya yang tidak tahu," jelasnya

(kik/kik)