Bukan Berjoget, Wanita Ini Pakai TikTok untuk Tangkap Pembunuh Kakaknya

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 22 Okt 2020 13:45 WIB
ilustrasi wanita sedih Foto: iStock
Jakarta -

TikTok adalah salah satu media sosial yang saat ini tengah banyak digandrungi oleh orang-orang. Tidak hanya di Indonesia saja, di luar negeri juga ada banyak pengguna TikTok. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menggunakan aplikasi tersebut untuk berjoget, berbagi video seru atau mengekspresikan dirinya. Namun berbeda dengan kebanyakan orang, wanita asal Amerika Serikat yang satu ini justru menggunakan akun TikToknya untuk mengungkap identitas pembunuh kakak tercintanya.

Seperti dikutip dari Elle, wanita bernama Sarah Turney selama bertahun-tahun telah mencoba mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi di balik hilangnya sang kakak. Sang kakak, Alissa Turney, telah menghilang secara misterius pada tahun 2001.

Alissa menghilang ketika Sarah masih berusia 12 tahun. Saat itu Sarah hanya bisa menemukan handphone beserta catatan kecil di kamar Alissa. Catatan tersebut mengatakan bahwa Alissa pergi ke California untuk menghidupi dirinya sendiri. Kejadian tersebut terjadi tepat di saat Alissa baru saja menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Phoenix, Amerika Serikat. Alissa dan Sarah memang hanya tinggal bersama sang ayah, Michael, setelah ibu mereka meninggal akibat kanker.

@saraheturney

Hear the entire story on The Voices for Justice Podcast free on Apple Podcasts or Spotify. ##justiceforalissa ##voicesforjusticepodcast ##fyp

♬ original sound - Sarah Turney

Namun Sarah merasa ada yang janggal dengan kejadian itu karena menurutnya sang kakak, Alissa biasanya selalu berpamitan sebelum pergi. Terlebih lagi, ayahnya seolah terlihat acuh tak acuh dengan kepergian Alissa, sehingga pihak kepolisian yang mengurus kasus tersebut akhirnya memberi kesimpulan bahwa Alissa pergi karena kemauannya sendiri.

Merasa tidak puas dan curiga dengan sang ayah, Sarah yang kini telah berusia 31 tahun itu akhirnya memutuskan untuk menggunakan berbagai cara untuk mengungkapkan misteri hilangnya sang kakak. Sarah telah membuat akun Facebook, Instagram, blog, melakukan wawancara dengan media-media lokal, mengikuti podcast dan mendatangi acara seputar kriminal selama satu minggu penuh, hingga akhirnya memilih terjun ke TikTok.

"Ketika haters mengejekmu karena main TikTok, namun ternyata bisa mengungkap kasus kematian kakakku dan menarik untuk diberitakan," tulis Sarah dalam keterangan video TikToknya.

Wanita yang telah memiliki 1 juta pengikut di TikTok itu juga kerap kali menambahkan #justiceforalissa di setiap unggahan-unggahannya. Dia berharap unggahannya itu mampu memberinya titik terang dari kasus sang kakak.

[Gambas:Instagram]



Tujuh tahun setelah kejadian hilangnya Alissa, sang ayah, Michael, sempat ditangkap. Michael ditangkap setelah polisi menemukan setumpuk bom pipa rakitan, tiga alat pembakar, dan dua peredam suara. Namun Michael bersikeras mengatakan bahwa benda-benda tersebut tadinya akan dia gunakan untuk mengakhiri hidupnya sendiri agar kasus Alissa bisa kembali diusut dan tidak ada hubungannya dengan hilangnya Alissa.

"Mereka (polisi) tidak ada bukti sama sekali, hanya sebatas dugaan dan rumor. Hanya ada dua orang yang bisa mengkonfirmasi apakah saya yang menghilangkan Alissa; diri saya dan Alissa. Namun, Alissa tak ada di sini dan saya sedang berada di depan Anda. Yang bisa saya katakan sampai kiamat adalah: saya tidak melakukan apa pun kepada putri saya," jelas Michael seperti dikutip dari ABC.

Namun pada tahun 2010 Michael divonis bersalah atas kepemilikan 26 bom pipa rakitan dan harus mendekam di balik jeruji besi selama 7 tahun. Walaupun demikian, Sarah masih tetap tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh ayahnya itu. Dia terus menerus mengunggah video di TikTok mengenai spekulasinya bahwa sang ayah terlibat dalam kasus hilangnya Alissa.

"Aku merasakan emosi yang sangat berbeda. Sedih rasanya ketika ayah tak mau memberiku jawaban, padahal aku sangat berharap dengan video di TikTok ini akan membuat polisi melakukan penyidikan terhadapnya," jelas Sarah.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus hilangnya Alissa. Namun berkat video-video Sarah yang viral di TikTok, dia kini mendapat bantuan dari pengacara setempat, Allister Adel, yang mendampinginya di persidangan. Diakui Sarah bahwa dia akan terus membuat video-video di TikTok terkait kasus hilangnya sang kakak yang diduga telah meninggal sampai pelaku sesungguhnya tertangkap.

(vio/vio)