Perjuangan Ibu Penjual Kue Antar Anak ke Kampus Pakai Motor Sejauh 50 Km

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 05 Okt 2020 10:44 WIB
Jumiati Masud Foto: Universiti Sains Malaysia
Jakarta -

Ibu mengantar-jemput anak untuk keperluan sekolah mungkin sudah biasa. Namun seorang ibu bernama Jumiati Masud melakukan perjalanan tidak biasa untuk mengantar anaknya ke universitas. Wanita tersebut menempuh jarak 50 km dari tempat tinggalnya agar putra sulungnya bisa mendapat akses belajar yang lebih baik.

Jumiati Masud jadi perbincangan karena kasihnya sebagai seorang ibu yang rela menempuh perjalanan jauh untuk anaknya yang sudah masuk universitas. Jumiati yang tinggal di Simpang Empat, Malaysia rela mengendarai motor sejauh 50 km ke Universiti Sains Malaysia agar anaknya Muhammad Izzulhaq Mohamed Hasnan bisa tinggal di kampus.

Jumiati MasudJumiati Masud Foto: Universiti Sains Malaysia

Pandemi Corona memang memaksa sebagian besar mahasiswa untuk belajar dari rumah. Namun ternyata kampus Izzul memperbolehkan mahasiswanya untuk tinggal di kampus. Jumiati pun melihatnya sebagai kesempatan bagus agar anaknya bisa tinggal di asrama dan mendapat kemudahan fasilitas. Karena itu, ia membawa Izzul dengan motor untuk mendaftar asrama ke universitas.

"Saya memilih untuk anak saya tinggal di asrama. Biarlah Muhammad Izzul belajar dalam suasana yang terbaik kerana jika di rumah, kemudahan internet tidaklah begitu baik dan kami tiada kemudahan wifi atau sebagainya," kata Jumiati dilansir dari situs Universitas Sains Malaysia.

"Semua ibu akan lakukan yang terbaik untuk anak-anaknya," tambah ibu tiga anak yang berprofesi sebagai penjual kue tersebut.

Jumiati MasudMuhammad Izzulhaq Foto: Universiti Sains Malaysia

Jumiati memang bertekad untuk mengantar anaknya lulus universitas. Dikatakan jika sebelumnya Izzul pernah mendapat tawaran dari kampus lain tapi terpaksa ditolak karena keadaan keluarga. Karenanya, ia tidak ingin melewatkan kesempatan sang anak untuk bisa belajar dengan baik dengan tinggal di asrama.

Izzul sendiri merasa terharu dengan pengorbanan ibunya. Dibonceng menuju universitas dengan jarak yang tidak dekat, siswa berprestasi itu pun cukup khawatir dengan kondisi ibunya. "Saya juga risau lihat ibu balik sendiri ke Simpang Empat. Namun terpaksa akur kerana ibu tekad dan sanggup bersusah-payah demi saya. Saya berdoa Allah permudahkan urusan saya untuk menuntut ilmu di USM," tuturnya.

(ami/ami)