Kontroversi Wanita yang Punya 9 Sugar Daddy dan Pilih Bercerai dari Suaminya

Vina Oktiani - wolipop Minggu, 27 Sep 2020 17:30 WIB
A cropped studio portrait of a dapper young man with a beautiful girl on his arm Foto: iStock
Jakarta -

Cerita wanita asal Australia yang menjadi sugar baby ini jadi viral. Wanita bernama Jade itu jadi kontroversi setelah memilih menjadi sugar baby dan rela menceraikan suaminya untuk lebih leluasa menjadi wanita simpanan.

Jade mengaku memiliki sembilan sugar daddy yang membiayai hidupnya. Ia telah menjadi sugar baby sejak usia 20-an. Ia akhirnya bercerai dan meneruskan mendapatkan uang dengan cara singkat.

Jade mengatakan bahwa para sugar daddynya berusia sekitar 28 hingga 60 tahunan. Sebagian sugar daddy tidak ingin bertemu dengannya secara langsung, namun mereka seringkali mengirimkan makan malam untuk Jade.

Jade menemukan para sugar daddy-nya melalui sebuah aplikasi khusus. Beberapa ada yang meminta untuk ditemani secara tatap muka, sementara lainnya meminta seks dan imbalannya adalah uang.

Biasanya Jade akan mengirimkan beberapa pesan untuk para sugar daddynya di pagi hari. Namun dirinya tidak akan pernah bertanya apa yang sedang dilakukan oleh para sugar daddynya ataupun menjadwalkan pertemuan.

"Mereka tidak harus menghibur saya. Saya mungkin mengirimkan pesan yang mengatakan 'hai, semoga harimu menyenangkan' atau mengirimkan foto tanpa busana di pagi hari, tetapi saya tidak akan pernah mengirimkan pesan dan bertanya kepada mereka apa yang sedang mereka lakukan. Saya tidak akan pernah mengusulkan untuk bertemu karena itu persyaratan mereka," jelas Jade.

Selain bekerja sebagai sugar baby, Jade juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai copywriter. Namun Jade selalu berusaha meluangkan sebagian besar waktunya untuk menjadi sugar baby karena penghasilannya lebih besar. Untuk sekali kunjungan, Jade bisa memperoleh sekitar Rp 7,4 juta dari masing-masing sugar daddy-nya.

Jade mengaku akan terus mempertahankan hubungan dengan para sugar daddy sampai dirinya merasa bosan atau para sugar daddy-nya sudah terlalu bergantung padanya.

Untuk keamanan dirinya, Jade selalu meminta identitas sang sugar daddy sebelum bertemu untuk pertama kali. Setelahnya, Jade lalu mengirimkan identitas tersebut ke salah seorang temannya untuk berjaga-jaga. Tak hanya itu saja, Jade juga mengirimkan lokasi dan alamat tempatnya bertemu kepada temannya.

Jade juga memiliki kata sandi khusus dengan temannya untuk menyatakan bahwa dirinya berada dalam bahaya. Sehingga ketika dirinya mengucapkan kata tersebut atau tidak membalas pesan maka temannya akan meneleponnya.

(vio/vio)