Girlband KPop Alami Pelecehan Seks Saat Siaran, Diduga Dilakukan Bosnya

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 17 Sep 2020 11:59 WIB
Fanatics Foto: Instagram @fent_fanatics
Jakarta -

Grup KPop pendatang baru Fanatics jadi perbincangan setelah melakukan siaran langsung di VLive. Girlband beranggotakan enam member tersebut dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual. Netizen dan para penggemar yang menonton siaran tersebut merasa jika mereka mendapat perlakukan tidak pantas. Hal itu terjadi ketika seorang member berusaha memberi busana pada rekannya untuk menutupi bagian kaki.

Beberapa waktu lalu Fanatics melakukan siaran VLive untuk bertemu dengan para penggemar sekaligus mengumumkan pemenang sebuah kontes. Awalnya tak ada yang aneh dengan siaran mereka dan gambar diambil dari sudut yang normal. Namun di tengah-tengah siaran, kamera menunjukkan bagian bawah tubuh keempat member yang mengenakan rok dan dress pendek.

FanaticsFanatics Foto: VLive

Melihat pemandangan itu, seseorang mendatangi mereka dan memberi sebuah sweater untuk menutupi bagian kaki. Tak lama setelahnya, wanita yang awalnya dianggap staff dari grup Fanatics tersebut pun kembali memberikan jaket lain untuk melindungi dua member lain. Saat itu lah, terdengar suara seorang pria sekaligus pukulan.

"Apa yang kamu lakukan dengan menutupi (kaki mereka)? Kami mencoba untuk menunjukkannya, mengapa kamu menutupinya? Apa kamu bodoh?"



Sesaat setelah suara pria yang awalnya dianggap adalah seorang staf itu terdengar, salah satu member yakni Doi langsung mengembalikan jaket tersebut. Ekspresi wajah Doi pun berubah menjadi khawatir. Kemudian suara yang dianggap seperti pukulan terdengar. Saat itu member Chaelin sempat berhenti berbicara dan memaksakan senyuman.

FanaticsFanatics Foto: VLive

Meski sudah terjadi pada 7 September lalu, belakangan peristiwa ini baru heboh dibicarakan. Para penggemar pun mencari tahu siapa sosok staf yang melakukan pelecehan seksual. Dan setelah diselidiki, diduga jika pria tersebut adalah CE0 dari agensi grup itu sendiri karena terdengar dipanggil dengan sebutan 'bos'. Sedangkan wanita yang memberi jaket dan sweater dan mendapat pukulan bukan lah staf tapi member Fanatics lain yakni Sika tapi ada pula yang menyebut Yoonhye.

Di berbagai komunitas online, kasus pelecehan seksual ini pun masih jadi topik hangat. Muncul pula perbincangan mengenai latar belakang CEO agensi Fent tersebut yang dikatakan adalah 'chaebol' atau anak konglomerat supermarket di Korea. Hingga kini identitas pelaku belum dikonfirmasi namun agensi telah merilis permintaan maaf atas perlakuan staf mereka.

(ami/ami)