Wawancara Eksklusif

Cerita Amar Alfikar, Anak Kiai yang Memilih Jadi Transgender

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 21 Agu 2020 09:00 WIB
Amar Alfikar, seorang transgender yang juga anak seorang kiai. (Foto: dok. pribadi) Amar Alfikar, seorang transgender yang juga anak seorang kiai. (Foto: dok. pribadi)
Kendal -

Amar Alfikar sempat menjadi perbincangan di Twitter pada Juni lalu setelah berbagi cerita tentang transisinya dari seorang perempuan menjadi pria. Kisahnya sebagai seorang transgender terbilang unik karena ia tumbuh di tengah keluarga pesantren. Ayah Amar seorang kiai, sedangkan ibunya berstatus nyai.

Amar lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 11 April 1991. Terlahir sebagai perempuan, ia dinamai Amalia oleh kedua orang tuanya. Sejak kecil, 'Amalia' merasa ada sesuatu yang ganjil dalam dirinya. Jiwa lelakinya lebih dominan.

Setelah pergulatan batin yang panjang, Amar mulai menemukan titik terang tentang jati dirinya saat mendengar wejangan dari seorang kiai.

"Sebetulnya yang menarik dari pengalamanku adalah aku mulai mempertanyakan identitas genderku setelah aku bertemu seorang kiai. Kiai ini sangat berpengaruh dalam prosesku menggali diri," ungkap Amar saat berbincang dengan Wolipop detikcom baru-baru ini.

"Pada suatu momen, beliau pernah mengatakan bahwa yang Tuhan lihat itu bukan apakah kita laki-laki atau perempuan, tapi yang Tuhan atau Allah lihat adalah ketakwaan kita," tambah bungsu dari tiga bersaudara ini.

Perlahan-lahan Amar mulai 'berdamai' dengan orientasi seksualnya. Namun masih ada satu hal yang membebani pikirannya: coming out atau melela kepada orang tua dan keluarga.

Ia khawatir, ketika mengaku nanti, orang tuanya, yang punya reputasi 'orang penting' di lingkungan pesantren di Kendal itu, bakal mengusir atau bahkan tak mengakuinya lagi sebagai anak.

Namun ketakutan tersebut tak terbukti. Ketika Amar membuka diri, orang tuanya mencoba menerima dengan kepala dingin. "Semuanya butuh proses, tapi untungnya orang tuaku tetap menyayangiku. Mungkin kakak-kakakku yang agak lama menerimanya," kata Amar. (berlanjut di halaman berikutnya)

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3