Yotuber Korea Reomit 'Hansol' Jago Banget Bahasa Jawa, Ini Asal Muasalnya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 18 Jul 2020 16:30 WIB
hansol Foto: instagram @hansoljang110
Jakarta -

Bagi kamu penggemar Korea dan suka nonton YouTube pasti tak asing dengan sosok Jang Hansol atau Korea Reomit. Pria yang lahir di Daegu, Korea Selatan ini adalah seorang Youtuber dan selebgram yang populer karena khas suaranya yang medok.

Lewat channel Youtubenya Korea Reomit, Jang Hansol menceritakan masa kecilnya melalui konten 'Cerita aku bisa sampai di Malang'. Video yang juga mengungkap bagaimana dia bisa berbahasa Indonesia dan Jawa ith sudah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.

"Aku lahir pada 8 Mei 1994. Waktu aku lahir di Korea. Keluargaku adalah keluarga yang berkecukupan. Setiap malam aku minta mobil mainan ke papa ku dan papaku tanpa pikir panjang selalu bisa membelikan mainan yang selalu aku mau. Ya pokoknya enak lah," kata Hansol yang sudah mempunyai 3,6 juta Subscribers itu.

hansolhansol Foto: instagram @hansoljang110

Pada 1998, ketika krisis ekonomi melanda Korea, Selatan, sektor wiraswasta paling banyak terkena dampaknya. Keluarga Jang Hansol yang mengalami bangkrut, langsung memutuskan untuk meninggalkan Korea Selatan dan pergi ke Indonesia, untuk mengadu nasib.

"Pada suatu hari, terjadilah satu hal dan itulah yang dinamakan kebangkrutan atau gulung tikar. Habis semua harta kekayaan papa aku. Keluargaku menjadi keluarga yang hilang segalanya dan akhirnya keluargaku memutuskan untuk melanjutkan kehidupan yang baru. Tapi waktu itu aku masih umur 3-4 tahunan. Jadi nggak tahu apa-apa. Tiba-tiba disuruh naik pesawat berjam-jam sampai telingaku sakit banget aku sampai nangis. Dan tibalah aku di suatu kota yang aku nggak tahu namanya apa. Tapi aku ingat kotanya itu panas dan lembab. Dan karena pada saat itu malam hari, lampu warna orange menyinari kota itu. Tapi kenapa aku harus naik pesawat lagi?" tanya Hansol dalam video di akun YouTube Korea Roemit tersebut.

Dalam video berdurasi 3.15 menit itu, Hansol mengatakan bahwa setelah transit di Jakarta, keluarganya langsung terbang menuju kota Malang, Jawa Timur. Saat itu dia mengira perjalanannya adalah untuk berwisata.

"Aku nggak siap dan nggak sanggup kalau harus naik pesawat lagi. Dan sampai saat itu aku masih menyangka kalau ini liburan tapi kok nggak pulang-pulang? Ini nggak kayak liburan terus panjang lagi perjalanannya. Sampai suatu hari, aku sampai lupa kalau rumah aku itu sebenarnya di Korea," ujarnya.

Sejak saat itu, kehidupan Hansol di Malang pun di mulai. Ketika pertama kali berada di Malang, ia sempat merasakan kesulitan untuk urusan makanan.

hansolhansol Foto: instagram @hansoljang110

"Aku tidak memilih kota Malang, keluargaku tidak memilih Malang. Tapi sepertinya Tuhan yang memilih keluargaku untuk tinggal di kota Malang. Waktu itu di Malang belum menjadi kota yang sempurna. Belum ada KFC, nggak punya PIZZA HUT, nggak ada makanan-makanan yang aku suka di Korea. Tapi lama-kelamaan Malang mulai berubah. Yang awal mulanya asing, menjadi familiar. Malang yang aku kira tempat wisata sementara, menjadi tempat tigngal. Aku dikelilingi sama orang yang baik. Yang katanya warga negaranya beda sama aku. Makanan yang dulu aku rasa aneh kayak pecel, menjadi sarapan favoritku. Rawon yang warnanya hitam dan menyeramkan, menjadi makanan yang paling aku cari," katanya dengan khas medoknya.

"Sampai SMP kelas 2 aku nggak bisa makan pecel.. Karena aku merasa nasi dengan kacang itu aneh," tambah YouTuber yang pernah mengungkap kasus video berbahasa Korea mengenai jenazah WNI ABK kapal China yang dibuang ke laut itu.

Hansol pun menikmati masa kecil yang bahagia dan bermain-main di Malang. Yang semula ia tak menguasai bahasa Indonesia dan Jawa dengan baik dan benar, hingga kini menjadi bahasanya sehari-hari dalam berkomunikasi. Kecuali dengan orangtuanya, ia masih berbicara bahasa Korea.

Hansol pun begitu mencintai Kota Pendidikan itu karena menjadi saksi masa kecilnya yang banyak kenangan. Bahkan kata 'pulang' kerap diartikannya dengan kembali ke Malang, Jawa Timur.

"Setiap kali aku mendengar kata pulang, sampai sekarang aku masih kepikiran sama tempat tinggalku di kota Malang. Jadi sebenarnya Malang itu apa sih buat aku? Malang itu menjadi bagian terbesar dalam hidup aku. Yang nggak bisa digantikan dengan apapun. Dan karena Malang, masa kecilku jadi kenangan yang indah banget. Dan aku mau memberikan pesan terakhir untuk kota Malang. 'Nuwus sing akeh yo, suwun sing akeh yo, terimakasih banyak ya'," ucapnya.

Dalam konten Youtube lainnya yang berjudul "Untung aku ke Indonesia.. Kalau nggak mungkin nasibku kayak gini.." Hansol kembali mengungkapkan kenangannya tinggal di Malang. Dia ingat kenangannya sekolah dan bermain bersama teman-teman di kota tersebut.

"Aku kelas 2 SD, dulu masih ingat waktu itu, aku berangkat pergi ke sekolah pulang jam 10.30 WIB, ke rumah nonton Teletubies atau yang lainnya, tapi yang pasti nonton TV. Aku naik sepeda tiga roda keliling Malang. Saat kelas 6 SD, aku masih sekolah jam 06.50, pulang sekolah pukul 13.30 WIB. Ya sudah aku les cuma seminggu dua kali. Aku les dua mata pelajaran saja, habis itu aku belajar sepeda," tutur Hansol yang pernah jadi kru Running Man saat syuting di Yogyakarta itu.

hansolhansol Foto: instagram @hansoljang110

Hansol juga menyebutkan saat duduk di bangku sekolah, ia sangat menguasai mata pelajaran matematika. Dan dia juga pernah menjadi ketua osis saat Sekolah Menengah Atas (SMA).

"SMA kelas 2, masuk sekolah pukul 06.45 WIB, dan pulang pukul 13.25 WIB. Nah, waktu SMA aku jadi ketua OSIS, perwakilan dance sekolah, persiapan olimpiade Kimia. Setiap jam pelajaran ada saja kesibukanku mengurus acara-cara sekolah. Dan untuk lesnya seminggu ada tiga mata pelajaran. Waktu SMA aku sudah punya pacar lho," ungkapnya malu seraya tertawa.

Hansol menetap di Indonesia selama 16 tahun. Itulah yang membuat logat bicaranya di video-video Korea Roemit kental bahasa Malang yang medok meski kini sudah kembali ke Korea.

Hansol yang begitu populer di Indonesia membuatnya pernah diundang ke acara Korea Indonesia Meet Up saat Presiden RI, Joko Widodo sedang berkunjung ke Korea Selatan. Dan sebagai bentuk kecintaannya pada Indonesia, Youtuber yang kerap berkokaborasi membuat konten dengan Sunnydahye itu pernah menyumbangkan dana sebesar Rp 50 juta untuk amal di tengah pandemi ini.



Simak Video "Orang Kaya! Tasya Farasya Nggak Tahu Uang Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/ami)