Panti Jompo Minta Tambahan Rp 3,2 Juta untuk Biaya Corona

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 18 Jun 2020 11:02 WIB
Carol Brown Foto: dok. Carol Brown
Jakarta -

Pandemi Corona telah membuat keadaan menjadi jauh berbeda. Bahkan karena situasi pandemi tersebut, seorang wanita terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya perawatan orangtuanya.

Seperti dikutip dari Mirror, wanita bernama Carol Brown menceritakan pengalaman saat dirinya terkejut setelah mendapat tagihan untuk biaya panti jompo orangtuanya sebesar Rp 49,8 juta. Itu adalah biaya per bulan yang harus dibayarkannya karena telah menitipkan sang ibu, Wendy Tomlinson, di Foylebank Care Home, Chaddesden, Derby.

Menurut penuturan Brown kepada Derbyshire Live, suaminyalah yang awalnya membaca tagihan tersebut dan terkejut karena menemukan 'biaya tambahan virus Corona' sebesar 180 poundsterling atau sekitar Rp 3,2 juta untuk alat pelindung diri. Panti jompo itu sebenarnya memiliki rating yang cukup baik di Care Quality Commision (CQC), tapi entah mengapa mereka harus memutuskan untuk memberikan biaya tambahan yang cukup mahal di tengah situasi pandemi saat ini.

Carol Brown terpaksa harus menitipkan ibunya di rumah perawatan pada 3 April karena demensia yang dialaminya memburuk. Akibatnya, terkadang sang ibu, Tomlinson, tidak dapat memahami mengapa dirinya harus berada di dalam rumah setiap saat.

Brown sendiri yang bekerja sebagai tenaga penjualan mobil dari Chellaston, Derbyshire, menderita asthma, sehingga tidak dapat merawat ibunya sendiri. Walaupun demikian, Brown sama sekali tidak membenarkan hal yang dilakukan oleh fasilitas perawatan orangtua tersebut.

"Mereka memiliki kewajiban untuk merawat. Mereka harus memberikan perawatan kepada orang-orang yang ada di sana. Jika mereka tidak bisa melakukan itu dan harus mengeluarkan biaya lain, mereka tidak memberikan perawatan yang seharusnya mereka lakukan. Jika ada 35 orang di rumah itu membayar Rp 3,2 juta, pikirkanlah berapa banyak uang yang mereka hasilkan dari itu," jelas Carol Brown.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa kenaikan tersebut sebenarnnya dikarenakan kemungkinan staff akan tertular penyakit dan isolasi diri, sehingga perlu ada biaya tambahan untuk membeli masker wajah dan kacamata. Dengan hal itu, biaya di rumah perawatan bisa mengalami kenaikan sekitar 500% hingga 3.000%.



Simak Video "Rugi Miliaran Gegara Corona, EO Putar Otak Bikin Pertemuan Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)