Angka Kelahiran Rendah di China, Profesor Usul Wanita Punya 2 Suami

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 11 Jun 2020 15:30 WIB
ilustrasi orang tua dana anak Foto: iStock
Jakarta -

Pihak otoritas China saat ini tengah mencari solusi dari ketidakseimbangan aturan yang menghancurkan dari kebijakan satu anak. Dalam tiga tahun terakhir ini China tengah membujuk pasangan untuk memiliki lebih banyak anak.

Angka kelahiran di China sangat rendah dan populasi pria jauh lebih banyak dibanding wanita. Hal tersebut menciptakan krisis demografis yang menghambat pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade mendatang.


Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah, mulai dari membujuk pasangan memiliki dua bayi. Pemerintah pun memberikan keringanan pajak dan subsidi perumahan.

Tawaran lainnya adalah dengan membuat biaya pendidikan lebih murah hingga cuti orangtua lebih lama. Pemerintah berusaha menekan kasus aborsi dan perceraian. Namun upaya tersebut belum juga berhasil.

Seorang profesor ekonomi Yew-Kwang Ng memberikan usulan yang kontroversial atas permasalahan di China tersebut. Profesor dari Fudan University di Shanghai itu mengatakan bahwa solusinya adalah wanita boleh menikahi dua pria atau bahkan lebih, sehingga bisa memiliki anak banyak.

"Saya tidak akan menyarankan poliandri jika rasio sangat tidak seimbang. Apakah poliandri benar-benar ide yang sangat buruk?" ujar Yew-Kwang Ng.


"Saya tidak mendukung poliandri, hanya menyarankan agar bisa mempertimbangkan opsi menghadapi rasio gender yang tidak seimbang," sambungnya.

Pernyataannya tersebut tentu menjadi kontroversi. Namun ia memberikan gagasan lain yang bisa mengembalikan rasio gender yang seimbang.



Simak Video "Makin Mirip Manusia, Ada Boneka Seks dengan Fitur AI"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)