Kisah Sedih Anak SD Beli HP dari Hasil Bongkar Celengan Demi Sekolah Online

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 09 Jun 2020 08:34 WIB
Bocah SD bongkar celengan beli HP Foto: Facebook
Thailand -

Pandemi COVID-19 membuat sekolah-sekolah melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus dengan membuat aktivitas kegiatan belajar mengajarnya secara online. Pembelajaran berbasis teknologi dan internet ini pun perlu didukung oleh fasilitas ponsel pintar yang harus dimiliki setiap siswa.

Sayangnya, tidak semua siswa beruntung dan dengan mudah bisa memiliki ponsel untuk melakukan kegiatan belajar secara online. Seperti dialami oleh gadis kecil asal Thailand ini yang harus menghabiskan uang tabungannya untuk membeli ponsel demi bisa mengikuti kelas online.

Baru-baru ini sebuah postingan mengharukan jadi viral di Facebook. Netizen yang bekerja di sebuah toko ponsel ini membagikan kisah seorang gadis kecil dari keluarga kurang mampu yang datang untuk membeli ponsel pintar.

Seperti dilansir Worldofbuzz, gadis kecil itu berjalan ke konter, dan memberikan setumpuk uang kertas kusut dan uang receh ke atas meja.

"Saya ingin membeli telepon baru," kata gadis kecil itu dengan sopan.

Bocah SD bongkar celengan beli HPBocah SD bongkar celengan beli HP Foto: Facebook

Penjaga toko itu bingung melihat gadis kecil membawa begitu banyak uang untuk membeli telepon baru. Ia pun bertanya apakah gadis kecil ini berencana menggunakan ponsel untuk bermain game mobile, seperti yang dilakukan kebanyakan anak-anak kini.

"Tidak, aku membutuhkannya supaya aku bisa bergabung dengan teman-temanku secara online dalam pembelajaran e-learning," jawab gadis kecil itu.

Bahkan, kakeknya, yang menemani gadis kecil itu ke konter bertanya apakah memungkinkan baginya untuk membayar dengan uang receh. Sang kakek rupanya khawatir bahwa toko hanya akan menerima pembayaran melalui kartu atau uang kertas saja.

Postingan tentang gadis kecil yang membongkar tabungannya demi bisa ikut belajar secara online ini pun dikomentari banyak netizen. Tak sedikit dari mereka menyinggung tentang fakta yang menunjukkan bahwa tak semua orang dapat dengan mudah melakukan e-learning.



Simak Video "Tak Mau Kalah dengan Pandemi, Pengrajin Batik Ciptakan Inovasi"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)