Cerita Dokter Asia Alami Pelecehan Rasis Saat Corona, Disebut Pembunuh

Anggi Mayasari - wolipop Rabu, 03 Jun 2020 08:05 WIB
Chinese Woman Wearing Hazmat Suit, Protective Gas Mask and Goggles Isolated On White. Ilustrasi dokter. Foto: Getty Images/iStockphoto/Feverpitched
Boston -

Penyebaran virus corona tak hanya menimbulkan kepanikan, tapi juga memicu reaksi yang berlebihan dan penilaian rasis kepada orang-orang Asia. Mereka yang dianggap sebagai pembawa virus corona ini kerap mendapatkan diskriminasi. Seperti dialami oleh seorang dokter wanita di Boston ini yang jadi target untuk komentar rasis setelah menyelesaikan shift rumah sakit.

Ahli anestesi Rumah Sakit Umum Massachusetts Dr. Lucy Li dihampiri seorang pria tak dikenal saat sedang menyebrang jalan. Pria berpakaian gelap itu mulai mengatakan sesuatu yang menyakitkan dirinya.

"Dia mengatakan hal-hal seperti 'Mengapa kamu mencoba membunuh semua orang?', 'Apa yang salah denganmu?', 'Kenapa kamu membunuh kami?'. Pria itu terus mengatakan hal yang sama berulang kali," ungkap Li saat diwawancarai dalam acara The Show Greater Boston

"Aku mengambil langkahku, berjalan lebih cepat, dan kemudian dia mengikutiku sekitar satu blok, mengatakan lebih banyak hal serupa, sampai akhirnya dia menyerah dan kemudian berjalan pergi," ujarnya.

Lucy LiLucy Li, dokter alami pelecehan rasis saat pandemi COVID-19 Foto: dok, The Show Greater Boston

Awalnya apa yang ada di pikiran Li ketika mendapatkan komentar menyakitkan itu adalah dirinya harus pergi ke tempat yang aman. Ia pun merasa takut karena tak ada banyak orang di sekitarnya saat itu.

"Kemudian, setelah saya sampai di toko kelontong terdekat, dan ada orang-orang di sekitar, saya menelepon petugas keamanan. Saya sangat marah pada ironi dari semuanya," jelas Li.

Li juga mengungkapkan bahwa insiden itu telah membuatnya menjadi paranoid di hari-hari selanjutnya. "Ketika aku berjalan ke kantor atau keluar setelah selesai bekerja, aku akan melihat ke sekitarku sedikit untuk melihat apakah lelaki itu masih berkeliaran," terangnya.

Menurut laporan, dalam beberapa bulan terakhir, orang-orang garis depan Asia-Amerika seperti Li yang telah bekerja berjam-jam merawat pasien dengan COVID-19 dilecehkan oleh orang-orang rasis ketika mereka keluar dari rumah sakit.



Simak Video "Perceraian Meningkat saat Pandemi, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/agm)