Reporter Asia Alami Pelecehan Saat Siaran Langsung, Diminta Pergi dari AS

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 28 Mei 2020 08:37 WIB
Natasha Chen Foto: dok. Twitter
South Carolina -

Sentimen anti Asia telah meningkat secara dramatis sejak awal pandemi COVID-19. Orang-orang Asia kerap mengalami diskriminasi dan rasisme karena dianggap sebagai penyebar virus corona. Salah satunya seperti dialami oleh reporter ini yang jadi target untuk komentar rasis saat tengah siaran langsung.

Reporter CNN, Natasha Chen mengungkapkan ia menjadi target utama untuk komentar rasis saat melaporkan berita di South Carolina, Amerika Serikat, minggu lalu. Menurut laporan CNN International, Chen saat itu sedang berada di Pantai Myrtle untuk melaporkan berita secara langsung.

Ia kemudian didekati oleh seorang pria tak dikenal yang mengenakan masker dan berteriak-teriak padanya. Chen pun diminta keluar dari Amerika Serikat.

"Saya memakai masker setelah syuting siaran langsung, melakukan wawancara lain, dan seseorang meneriaki kami, tidak senang dengan liputan kami. Kemudian dia berteriak agar saya keluar dari negara ini dan saya harus bertanggung jawab atas virus ini," cerita Chen.

Natasha Chen alami pelecehan rasis saat siaran langsungNatasha Chen alami pelecehan rasis saat siaran langsung Foto: dok. Twitter

Terlepas dari insiden rasisme yang ia alami, Chen mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung pantai yang dia ajak bicara selama wawancaranya sangat baik dan ramah.

Chen bukanlah satu-satunya jurnalis yang mengalami diskriminasi dan komentar xenophobic (ketidaksukaan pada orang asing). Sebelumnya, Sima Kotecha, seorang jurnalis BBC mengungkapkan bagaimana dirinya harus membatalkan siaran langsung tentang virus Corona setelah menerima pelecehan rasis dari seorang pria, sesaat sebelum dirinya akan tampil. Sima saat itu akan mulai syuting di Leicester, Inggris untuk program berita khusus BBC untuk COVID-19 ketika seorang pria mulai meneriakkan kalimat pelecehan.

Orang keturunan China maupun Asia kerap menjadi korban rasisme akibat merebaknya virus Corona di berbagai negara. Mereka dianggap sebagai 'pembawa virus' karena seperti diketahui, Wuhan, China, merupakan pusat di mana virus yang menyerang sistem pernapasan itu berasal. Sejak Januari, dilaporkan tidak sedikit orang China atau mereka yang berparas oriental secara fisik mendapat perlakuan rasis.



Simak Video "Cerita di Balik Pidato Nadhira Nuraini Afifa di Harvard "
[Gambas:Video 20detik]
(agm/agm)