Kisah Crazy Rich Takut Corona di AS, Pulang Naik Jet Pribadi Rp 365 Juta

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 27 Mar 2020 12:35 WIB
Corporate business jet setting on ramp with door open and sun setting in the background. Ilustrasi jet pribadi. (Foto: iStockphoto)
New York City -

Kasus virus corona yang makin memprihatinkan di AS menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan pelajar luar negeri, khususnya dari China. Segala cara mereka lakukan demi keluar dari Negeri Paman Sam.

Dengan penerbangan yang kian terbatas menyusul pengurangan jadwal karena wabah Covid-19, mereka sulit untuk mencari maskapai yang bisa mengantar pulang. Layanan jet pribadi menjadi jalan keluar para pelajar yang berasal dari keluarga berduit itu.

Jeff Gong, seorang pengacara di Shanghai, sempat menawarkan uang sebesar US$ 25.700 atau Rp 409 juta kepada putrinya yang sekolah di Wisconsin untuk uang saku dan ongkos pulang.

Takut Corona, Pelajar China Rela Bayar Jet Pribadi Rp 365 Juta Demi Keluar dari AS(Foto: iStockphoto)



"Putri saya memohon untuk membawanya pulang. Dia bilang, 'Aku tidak mau uangmu Pah, aku hanya ingin pulang'," cerita Jeff menirukan perkataan putrinya kepada Reuters.

Kepanikan melanda para pelajar China ketika kasus positif virus corona sudah menyentuh angka 50.000. Jumlah tersebut lebih tinggi dari China, negara pertama yang terjangkiti virus tersebut akhir tahun lalu.

Susah mencari penerbangan pulang, pelajar China dikabarkan patungan untuk membayar jet pribadi ke China. "Agen pendidikan dan sekolah yang menghubungi kami sebagai perwakilan keluarga China yang sedang mencari grup untuk penerbangan pesawat charter mengingat minimnya jadwal pesawat komersial," ujar Annelies Garcia dari Private Fly yang biasa mengurusi pesawat sewaan.

Takut Corona, Pelajar China Rela Bayar Jet Pribadi Rp 365 Juta Demi Keluar dari ASFoto: iStockphoto



Pesawat charter yang berbasis di AS membebankan biaya US$ 23 ribu atau sekitar Rp 365 juta per bangku untuk rute Los Angeles - Shanghai dengan pesawat tipe Bombardier 6000 berkapasitas 14 seat.

Namun uang belum tentu menjamin kepulangan mereka. Pasalnya, China tidak memperbolehkan pesawat dari negara lain masuk ke wilayahnya. Kebijakan yang sama juga diberlakukan oleh AS. Salah satu solusinya adalah transit di Jepang.



Simak Video "Resepsi Nikah Ditunda karena Corona, Gimana Vendor Fotografi Menyikapinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)