Alasan Bos Tas di Surabaya Bakar Puluhan Tas Senilai Rp 50 Juta

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 06 Sep 2019 16:51 WIB
Foto: dok. Instagram @handmadeshoesby Foto: dok. Instagram @handmadeshoesby

Jakarta - Bos tas Hand Made Shoes By yang berbasis di Surabaya telah memberikan klarifikasi terkait pembakaran puluhan tas senilai Rp 50 juta. Video pembakaran tas tersebut sempat bikin heboh dan jadi viral setelah di-posting di Instagram online shop @handmadeshoesby.

"Kenapa dibakar? Kenapa tidak disumbangkan? Baik tas lokal dan impor ada barang yang masih di-sale itu yang kondisinya bisa ditoleransi, namun bila teman-teman perhatikan, di sini banyak yang rusaknya sudah fatal, resleting jebol, kena rayap dan warnanya luntur, makanya kenapa tas itu kita bakar," begitu klarifikasi Tomli Wafa, pemilik online shop Hand Made Shoes By di Instagram @handmadeshoesby itu.



[Gambas:Instagram]


Dalam penjelasan video tersebut, Tomli mengatakan bahwa pemusnahan produk tasnya sudah rutin dilakukan. Bukan karena ingin viral, namun pemusnahan produk tasnya tersebut memang yang sudah tidak layak jual.

"Pembakaran tas ini rutin dilakukan tiap bulan. Biasanya hanya beberapa saja, kali ini memang cukup banyak dan juga kebetulan tim kreatif kita yang membuat konten. Saya tidak menyalahkan temen-temen, karena saya juga tidak bisa dibenarkan dengan cara ini yang berakhir sia-sia, poolusi udara dan lain sebagainya," ucap Tomli.

Alasan Bos Tas di Surabaya Bakar Puluhan Tas Senilai Rp 50 JutaFoto: dok. Instagram


Sementara netizen masih ramai mengkritik aksi pembakaran tas tersebut. Netizen mempertanyakan, mengapa puluhan tas tersebut tidak didiskon atau disumbangkan saja.

Alasan Bos Tas di Surabaya Bakar Puluhan Tas Senilai Rp 50 JutaFoto: dok. Instagram


Kepada Wolipop, Tomli menjelaskan bahwa ia tidak bisa menjual produk yang dinilai cacat atau bahkan rusak. Hal tersebut menyangkut kredibilitas online shop-nya.

"Kita nggak bisa jual produk yang sudah tidak layak pakai. Kita juga mau edukasi buat teman-teman seller, untuk produk yang kualitasnya kurang bagus, lebih baik dimusnahkan, dari pada dijual lebih baik dimusnahkan. Sebagai penjual kita tidak ingin mengecewakan pembeli, begitu barang sampai jaitannya kurang rapi, sablonnya jelek, itu akan menjadi masalah karena orang jadi tidak percaya. Saya ingin membangun trust building," jelas Tomli kepada Wolipop, Jumat (6/9/2019).



Simak Video "Sebuah Pengakuan Seorang Cross Hijaber"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)