Bikin Takjub, Pria yang Baru 22 Tahun Ini Bisa Beli Rumah Rp 1,7 Triliun

Eny Kartikawati - wolipop Sabtu, 06 Jul 2019 07:12 WIB
Ilustrasi mewah. Foto: Istimewa Ilustrasi mewah. Foto: Istimewa

Jakarta - Pria ini jadi pemberitaan di Hong Kong karena aksinya membeli rumah berharga fantastis mencapai triliunan di usia yang terbilang muda, 22 tahun.

Shanghaiist melaporkan, pria bernama Matthew Cheung Siu-woon tadinya sama sekali belum pernah menjadi pemberitaan media lokal. Hingga dia menghabiskan HK$ 916 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk membeli sebuah rumah mewah di The Peak, salah satu kawasan perumahan eksklusif di Hong Kong.

Rumah enam lantai dengan luas 806 m2 itu memiliki taman, balkon, rooftop, kolam renang dan lift. Rumah tersebut berada di kawasan sangat mewah Mount Nicholson. Hanya ada 19 rumah mewah di kawasan itu dan 48 apartemen yang semuanya memiliki pemandangan ke Victoria Harbour.

Pembelian rumah mewah itu terungkap ke publik begitu juga identitas sang pemilik baru yaitu Matthew. Pria 22 tahun itu diketahui anak dari Kenny Cheung, pria kaya raya asal Guangzhou yang pindah ke Hong Kong di usia 20an kemudian bermigrasi ke Australia.

Bikin Takjub, Pria yang Baru 22 Tahun Ini Bisa Beli Rumah Rp 1,7 TriliunFoto: Istimewa
Kenny kaya raya berkat kerja kerasnya. Dia memulai semuanya dari nol dengan menjual cat dari salah satu perusahaan cat terbesar Australia. Saat itu sektor properti di China sedang booming.

Bisnis Kenny pun berkembang hingga menjadi perusahaan konglomerasi yang memiliki berbagai bisnis. Bisnisnya bergerak di dunia real estate, pendidikan, agribisnis dan pertambangan. Keseluruhan bisnisnya itu di bawah satu perusahaan Cheung & Sons.

Dan Matthew Cheung yang membeli rumah Rp 1,2 triliun di usia 22 tahun, menurut situs perusahaan tersebut, memiliki jabatan CEO. Matthew adalah CEO dari salah satu usaha ayahnya yang bergerak di dunia pendidikan.

Matthew disebutkan dalam profilnya, mendirikan perusahaan pertamanya di usia 19 tahun ketika dia masih bersekolah di London School of Economics and Political Science. Perusahaan yang dibawahi Matthew menyediakan solusi pengajaran China ke sekolah-sekolah umum di Inggris. Mereka mengembangkan konten dan menyediakan guru paruh waktu.




Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/ami)