Jilati Es Krim di Supermarket, Seorang Wanita Terancam Dipenjara 20 Tahun

Hestianingsih - wolipop Jumat, 05 Jul 2019 11:34 WIB
Ilustrasi wanita menjilat es krim. Foto: Thinkstock Ilustrasi wanita menjilat es krim. Foto: Thinkstock

Lufkin - Perbuatan iseng atau jahil pun ada batasnya. Jika sudah keterlaluan sampai berisiko membahayakan kesehatan orang lain, bisa berujung tuntutan penjara. Tak tanggung-tanggung, bisa sampai 20 tahun!

Ancaman hukuman penjara akibat perbuatan jahil sedang membayangi seorang pengunjung supermarket di Lufkin, Texas. Ia diduga menjilati es krim yang disimpan di dalam freezer kemudian mengembalikannya lagi.

Hal itu terungkap setelah sebuah video yang diunggah di Twitter pada Sabtu (29/6/2019) viral. Video memperlihatkan seorang wanita membuka lemari pendingin berisi es krim, mengambil satu cup es krim dan menjilatinya.


Kemudian sambil tertawa-tawa, wanita tersebut mengembalikan es krim yang sudah dijilatnya ke kulkas. Terdengar perekam video tersebut berkata, "Jilat, jilat. Ih jorok. Kembalikan lagi, kembalikan lagi."

Pihak Blue Bell, produsen es krim yang dijilat, serta Walmart, supermarket di mana peristiwa tersebut terjadi, tak tinggal diam. Mereka mencari identitas sang wanita melalui kamera CCTV, setelah mengonfirmasi bahwa es krim yang sudah dijilat itu tidak pernah sampai ke tangan pembeli.

"Staf kami mengenali lokasi kejadian di video, dan kami menginspeksi kulkas itu. Berdasarkan rekaman keamanan, lokasi dan inspeksi dari tempat es krimnya, kami yakin sudah mengganti es krim berukuran setengah galon itu. Sementara untuk tindakan berjaga-jaga, kami juga menyingkirkan semua es krim berukuran sama dari lokasi tersebut," demikian ditulis Blue Bell dalam pernyataannya, seperti dikutip dari CBS News.



Pihak kepolisian pun menyatakan sudah mengantongi identitas wanita dalam video. Tak hanya pelaku, mereka juga sedang mencari identitas dari pria yang merekamnya.

Jika terbukti bersalah, wanita tersebut bisa dikenai tuduhan kejahatan tingkat dua pengrusakan produk konsumen. Menurut kepolisian Lufkin, hukumannya bisa 2 - 20 tahun penjara.

"Pengrusakan makanan bukanlah lelucon, dan kami tidak menoleransi perbuatan itu terhadap produk kami," ujar pihak Blue Bell.

Sementara itu Direktur Keamanan Publik Lufkin Gerald Williamson menyatakan tidak menyangka seseorang bisa melakukan perbuatan tak terpuji itu. Sebab, sudah menyangkut masalah kontaminasi dan higienitas produk komersil yang bisa saja membahayakan kesehatan siapa pun yang mengonsumsinya.

"Kami ngeri menyaksikan seseorang bisa melakukan hal seperti itu. Kami benar-benar serius menanganinya dan menganggapnya sebagai perbuatan kriminal berat," ujarnya.

Gerald pun sedang mempertimbangkan bersama FDA (Food & Drug Administration) apakah memungkinkan jika sang pelaku dikenakan hukuman federal. Sampai saat ini, investigasi masih berlangsung.

Simak Video "Ekstrem! Wanita California Ini Pandai Mainkan Juggling Pisau"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)