Kisah Miris Anna, Wanita Penggagas Hari Ibu yang Malah Benci Hari Ibu

Alissa Safiera - wolipop Senin, 13 Mei 2019 09:14 WIB
Ilustrasi Hari Ibu. Foto: Istock Ilustrasi Hari Ibu. Foto: Istock

Jakarta - Dunia tengah merayakan Hari Ibu Internasional yang jatuh di minggu kedua bulan Mei. Wilayah Amerika sampai Eropa merayakannya dengan membuat tribut bagi para ibu dan segala perjuangan yang telah mereka lalui. Namun tahukah Anda siapa orang di balik perayaan Hari Ibu dunia ini?

Penggagas Hari Ibu Internasional adalah seorang wanita bernama Anna Jarvis. Awalnya Anna membuat Hari Ibu sebagai tribut untuk sang ibunda yang telah meninggal, Anna Reeves Jarvis. Namun seiring berkembangnya zaman, ia justru ingin menghilangkan hari yang ia perjuangkan.

Lewat Hari Ibu, Anna ingin para anak merayakan cinta dan penghargaan kepada ibu mereka. Namun kini ia ingin menghapus hari yang diciptakannya karena Hari Ibu malah berubah menjadi kegilaan kapitalis. Berbagai perusahaan berusaha menghasilkan uang dengan menawarkan promosi berkedok Hari Ibu.


"Anna ingat, sebagai seorang gadis muda, mendengar ibunya sering mengulangi doa sederhana: 'Saya berharap dan berdoa bahwa seseorang, suatu saat, akan menemukan perayaan hari ibu untuk memperingati semua jasa tiada banding yang dia berikan kepada kemanusiaan di setiap bidang kehidupan'. Dia berhak untuk itu. Hari Ibu dengan demikian merupakan penghormatan kepada Ny. Jarvis," kata Katharine Antolini, asisten profesor dan penulis buku Memorializing Motherhood: Anna Jarvis and the Struggle for Control of Mother's Day.

Anna memutuskan Hari Ibu harus dirayakan pada hari Minggu kedua di bulan Mei karena itu adalah tanggal terdekat dengan peringatan kematian ibunya pada tahun 1905, Antolini menjelaskan. Peringatan resmi Hari Ibu yang pertama berlangsung pada pagi hari 10 Mei 1908, di Gereja Episkopal Methodist Andrews di Graton, Virginia Barat, di mana 400 orang muncul untuk menghormati para ibu dalam kehidupan mereka. Pada hari yang sama, 15.000 orang lainnya berpartisipasi dalam Hari Ibu pertama di Philadelphia. Selama 70 menit, Anna berbicara di Auditorium Wanamaker sebagai bagian dari perayaan.

Tahun berikutnya, jumlah selebritas meningkat ketika komunitas di seluruh negara ini mengadakan layanan Hari Ibu.

"Jelas bagi [Anna] bahwa putra dan putri negara tersebut memiliki 'rasa lapar akan sosok ibu dalam hati mereka' dan mendambakan hari seperti penghormatan ibu. Karena itu, dia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk Hari Ibu," kata Antolini.

Beberapa tahun Kemudian di 1914, impian Anna terwujud ketika Presiden Woodrow Wilson mendeklarasikan Hari Ibu sebagai hari libur resmi setelah disahkannya resolusi kongres.

Selain hari peringatan, Anna mendorong orang-orang yang tidak dapat mengunjungi ibu mereka untuk menulis surat yang mengungkapkan rasa terima kasih mereka dan bahkan menunjuk anyelir putih, bunga favorit ibunya, sebagai lambang resmi Hari Ibu.

"Bunga anyelir tidak menjatuhkan kelopaknya saat mati. Seperti ibu memeluk anak-anak mereka di hatinya, cinta ibu tak akan pernah mati," ungkap Anna.

Seiring berjalannya waktu, perayaan Hari Ibu pun berubah dari apa yang diharapkan ibu Anna dalam doanya. Meski sama-sama ingin menghormati wanita, namun peringatan Hari Ibu mulai berubah arti menjadi komersial.

Orang-orang tidak lagi menulis surat untuk ibu mereka karena telah diciptakan kartu ucapan. Kemudian iklan-iklan yang menyerukan untuk membeli permen atau hadiah lainnya sebagai bentuk perayaan.

Di tahun 1920, industri bunga bahkan menaikkan harga bunga anyelir putih dan mengenalkan bunga anyelir merah untuk diberikan kepada ibu. Simbol bunga Anna Jarvis pun menjadi berbeda. Bunga anyelir merah kemudian dilambangkan untuk diberikan kepada ibu yang masih hidup, dan bunga putih untuk ibu yang sudah meninggal.

Anna tidak pernah menginginkan Hari Ibu menjadi tentang perayaan hadiah yang mahal, pemborosan, seperti hari liburan lainnya pada awal abad ke-20. Melindungi Hari Ibu yang ia pandang sebagai kekayaan intelektualnya, Antolini mengatakan jika Anna pernah mengajukan 33 tuntuan hukum terhadap perusahaan atau orang-orang yang menggunakan nama Hari Ibu miliknya sebagai ajang promosi tanpa izin.

Untuk melanjutkan dominasinya atas Hari Ibu yang dikomersialkan, Anna memberikan hak cipta fotonya sendiri, memasukkan dirinya sebagai "Asosiasi Internasional Hari Ibu". Ia bahkan menyerang secara verbal ibu negara Eleanor Roosevelt karena menggunakan judul Hari Ibu untuk mengumpulkan uang untuk amal.

Sayangnya, usaha Anna untuk tetap memperjuangakan arti Hari Ibu yang sebenarnya malah membuat ia kesulitan secara ekonomi. Sementara yang lain mendapat untung sejak hari itu, Anna tidak, dan dia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dengan saudara perempuannya, Lillie. Pada tahun 1943, ia mulai mengorganisir petisi untuk membatalkan Hari Ibu. Namun upaya ini dihentikan ketika ia masuk ke dalam sanatorium.

Anna Jarvis meninggal pada 24 November 1948, dan dimakamkan di sebelah ibu, saudara perempuan, dan saudara lelakinya di Pemakaman West Laurel Hill di Bala Cynwyd, Pennsylvania.
(asf/asf)