4 Finalis Miss Indonesia Desain Baju untuk Amal dengan Pesan Inspiratif

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 02 Mei 2019 19:38 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Jakarta - Satu lagi label busana lokal mewarnai ranah fashion Indonesia. Bernama Liberty Society, label ini tak sekadar menawarkan pakaian. Memberi dampak positif bagi masyarakat juga menjadi tujuannya.

Adalah finalis Miss Indonesia 2019 Miss Gondo yang merintis label tersebut bersama rekannya, Karen Vendela dan Sharon Chandiramani. Untuk koleksi perdana Liberty Society, Tamara menggandeng tiga rekannya finalis Miss Indonesia 2019. Mereka adalah Elisa Jonathan, Sharon Sumoiang dan Rosa Ndona. Masing-masing dari finalis mendesain satu kaus dengan kalimat inspiratif untuk memotivasi sesama perempuan.

"Ide di balik kaus ini adalah pengguna bisa menjadi 'walking message' buat orang-orang di sekitarnya, terutama kaum perempuan. Perempuan Indonesia berpotensi untuk sukses, hanya saja mereka kurang berani. Diharapkan setelah membaca kalimat di kaus ini, mereka termotivasi," ujar Tamara saat peluncuran Liberty Society di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).



Elisa misalnya memilih kalimat 'Girls Can't What?' untuk mempertegas kemampuan para perempuan Indonesia. "Sebenarnya ini kalimat pertanyaan retorik yang tak butuh jawaban, bahwa perempuan Indonesia itu mampu melakukan apa saja," kata Elisa yang menyabet gelar Runner-up Miss Indonesia 2019.

Finalis Miss Indonesia desain baju untuk amalFinalis Miss Indonesia desain baju untuk amal Foto: Daniel Ngantung/Wolipop


Kata-kata bijak dari Pahlawan Nasional Sam Ratulangi menjadi pilihan Sharon Sumoiang. Seperti Sam Ratulangi, Sharon juga berasal dari Sulawesi Utara. Kalimat dalam bahasa Minahasa itu berbunyi, "Si Tou Timou, Tumou Tou". "Artinya, manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain. Itu prinsip hidup yang aku pegang selama ini. Kita ada untuk saling menginspirasi dan mendukung," ungkap Sharon.

Harga kaus berkisar dari Rp 160 ribu hingga Rp 200 ribuan. Liberty Society akan menyumbangkan 30 persen keuntungan dari penjualan untuk 'Girls Can Lead', lembaga swadaya masyarakat yang membantu pendidikan para perempuan muda Indonesia di daerah konflik. Untuk saat ini, koleksi tersebut bisa dibeli lewat Instagram Liberty Society.
(dtg/agm)