Duh, Anak Tuntut Ortu Rp 1,2 M karena Buang Koleksi Pornografi Miliknya

Hestianingsih - wolipop Rabu, 17 Apr 2019 06:27 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Michigan - Siapa sangka gara-gara pornografi, seorang anak tega menuntut orangtuanya sendiri ke jalur hukum. Kasus ini terjadi di Michigan, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Seorang pria yang diketahui bernama Charlie melayangkan tuntutan hukum kepada kedua orangtuanya, setelah mereka membuang seluruh koleksi pornografi dan sex toys miliknya. Pria tersebut mengklaim koleksinya bernilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 408 juta.

Dalam tuntutannya, pria berusia 40 tahun itu meminta ganti rugi yang nilainya tiga kali lipat dari koleksi yang telah dibuang tersebut. Seperti dilansir People, Charlie menuntut ganti rugi sebesar USD 86,822 atau sekira Rp 1,2 miliar.

Berdasarkan dokumen tuntutan yang diterima pengadilan, terungkap bahwa pria tersebut tinggal bersama orangtuanya di Michigan setelah pernikahannya kandas. Setelah 10 bulan, Charlie pun pindah ke Indiana, dan barang-barangnya diantar terpisah beberapa hari kemudian.


Ketika paketnya datang, ia menyadari ada beberapa kotak yang hilang. Kotak berisi koleksi pornografi dan sex toys hilang dan saat dia bertanya kepada orangtuanya, sang ayah memberitahu bahwa semuanya telah dihancurkan.

Lewat email, ayah Charlie menyatakan ada 12 kotak berisi konten pornografi dan dua kotak dengan sex toys di dalamnya. Ia beralasan penghancuran barang-barang tersebut dilakukan demi kebaikan sang putra.

"Percaya atau tidak, satu alasan kenapa aku menyingkirkan koleksi pornomu adalah untuk kesehatan mental dan emosional kamu sendiri," demikian pernyataan ayah Charlie, seperti dikutip dari Female First.


"Kalau ayah punya masalah dengan barang-barang kepunyaanku, seharusnya bilang saat itu juga jadi aku bisa pergi ke tempat lain. Tapi kamu justru diam saja dan berbuat dengan penuh dendam," tulis Charlie kepada ayahnya.

Tuntutan Charlie atas pengrusakan barang miliknya ternyata tak ditanggapi pengadilan. Jaksa dari Ottawa County menolak melanjutkan kasus ayah-anak ini. Sementara itu baik ayah maupun pihak Kejaksaan Agung Michigan belum bersedia memberikan pernyataan terkait persoalan tersebut. (hst/hst)