Cerita Anggota Geng Motor yang Insaf karena Grup K-Pop Twice

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 02 Apr 2019 08:05 WIB
Twice. Foto: Delia Arnindita Larasati Twice. Foto: Delia Arnindita Larasati

Jepang - Penggemar K-Pop biasanya muncul dari berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga pekerja. Tapi, seorang pemuda asal Jepang ini mencuri atensi karena membagikan cerita bagaimana grup musik K-Pop mampu mengubah hidupnya, setelah memiliki latar belakang yang berbeda dari kebanyakan penggemar K-Pop pada umumnya.

Pemuda bernama Yusei ini dulunya adalah seorang anggota geng motor. Ia tergabung sebagai bōsōzoku, subkultur pemuda Jepang yang terkait dengan klub dan geng motor.

Namun, grup K-Pop Twice yang beranggotakan sembilan wanita ini mengilhami Yusei untuk mengubah hidupnya. Ia mengaku menemukan cahaya kehidupan berkat sekelompok gadis Korea Selatan yang populer itu.

Cerita Anggota Geng Motor yang Insaf karena Grup K-Pop TwiceSaat Yusei dan teman-temannya jadi fans grup K-Pop Twice. Foto: Twitter


"Dua tahun yang lalu, saya tidak pernah bermimpi menjadi penggemar. Dua tahun yang lalu, saya selalu memimpikan akselerator dan kopling, bukan lightstik, atau teriakan penggemar. Ini seperti mengubah nilaimu dan apa yang menurutmu menyenangkan! Pertama-tama, jangan menerima bahwa kamu hanya bisa belajar dari satu cara berpikir," cuit Yusei di Twitternya.



Pengguna Twitter @akmau010 ini juga menambahkan bahwa dirinya terkejut tentang perubahan kehidupan yang dialaminya. Bahkan, jika memikirkannya, ia pun akan tertawa melihat dirinya yang dulu adalah anggota geng motor dan berubah menjadi penggemar K-Pop.

Cerita Anggota Geng Motor yang Insaf karena Grup K-Pop TwicePenampilan Yusei saat masih menjadi anggota geng motor. Foto: Twitter


"Saya telah memutuskan bahwa saya tidak cocok dengan anak yang serius (geng motor). Tetapi bagaimana pun juga saya dan mereka tampak berbeda. Cukup sulit untuk dipahami. Jadi kurasa ini pertumbuhan," tambah Yusei.

Bōsōzoku sendiri dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai kelompok yang menyebalkan. Mereka berkendara di jalan-jalan baik daerah metropolitan hingga kecil dengan revving motor, membunyikan klakson, melanggar lalu lintas, berteriak pada pejalan kaki, merusak properti, dan pada dasarnya menjadi ancaman bagi siapapun serta semua orang yang mereka temui.


(agm/agm)