Hidup di Hutan, Wanita Ini Keramas Pakai Urine untuk Hilangkan Ketombe

Silmia Putri - wolipop Jumat, 25 Jan 2019 19:45 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa

Christchurch - Pernah membayangkan hidup liar di hutan, saat era digital sedang melaju cepat? Jika menjauh dari ponsel sulit, maka hidup tanpa teknologi di alam liar tentu akan jauh lebih sulit. Namun, hal itu benar-benar dilakukan sepasang suami istri di Selandia Baru.

Mereka adalah Miriam Lancewood dan Peter. Pasangan ini memutuskan untuk meninggalkan apartemennya, dan hidup mengembara di Selandia Baru. Meski sulit kita bayangkan, mereka ternyata sukses menjalani hidup seperti itu selama delapan tahun.


 Miriam Lancewood dan Peter. Miriam Lancewood dan Peter. (Foto: Istimewa)

Tak ada ponsel, bahkan sampo. Untuk menjalani hidup empat musim, mereka bermodalkan barang bawaan sebanyak 85 kg. Mereka juga memakai bahan-bahan alami dari alam untuk merawat tubuh mereka.

"Kami sadar, kami hanya butuh sedikit. Kamu hanya butuh dua celana pendek, tiga kaus, satu jumper, satu celana panjang, sepasang legging, dan sepasang kaus kaki, tidak banyak," ungkap Miriam dilansir dari Daily Mail.

Untuk makan, mereka harus berburu. Persis seperti di film, mereka menggunakan panahan untuk berburu binatang liar. Binatang yang pertama kali mereka makan adalah kambing. Tiga sampai empat bulan sekali, mereka pergi ke desa untuk membeli stok beras, teh, dan bahan pangan lainnya.


Hidup di Hutan, Wanita Ini Keramas Pakai Urine untuk Hilangkan KetombeFoto: Istimewa

Keunikan lainnya adalah cara Miriam merawat tubuhnya. Ia membersihkan gigi menggunakan arang dan abu. Saat rambutnya berketombe, ia terbiasa mencuci rambutnya dengan air kencing sejak tahun 2010.

"Aku menyiram sedikit air kencing pagi di kepalaku. Aku tunggu sampai aku bisa mencium baunya, lalu aku mencucinya dengan sabun. Cara ini bekerja dengan baik (membersihkan ketombeku)," ungkapnya kepada Daily Mail.

Alasan mereka untuk hidup mengembara adalah kecintaan yang besar kepada alam. Mereka juga ingin melihat apa yang terjadi dengan tubuh dan pikiran mereka jika hidup jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

"Di awal kita merasa kesulitan. Tapi setelah beberapa tahun, aku merasa lebih percaya diri. Aku rasa kepercayaan diri adalah sesuatu yang mendasar. Kita jadi tidak mudah terpengaruh oleh orang lain," ungkapnya di acara The Morning Show Yahoo News.

Selain itu, ia dan suami juga jarang bertengkar. Ia mengaku selama ini masing-masing melakukan tugas dengan baik dan berusaha berbuat baik satu sama lain. Ia justru banyak belajar tentang diri sendiri dan hubungannya.


Hidup di Hutan, Wanita Ini Keramas Pakai Urine untuk Hilangkan Ketombe
(dtg/dtg)